Beranda > Renungan Pengusaha > Kalimantan MP3EI

Kalimantan MP3EI

BANJARMASIN–MICOM: Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dinilai menjadi ancaman bagi ketersediaan sumber daya alam di Kalimantan. Program pembangunan yang dicanangkan pemerintah mengabaikan kelestarian lingkungan.

Demikian dikemukakan, Manager Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan, Dwitho Prasetyandi, Minggu (1/1), usai menghadiri kegiatan dialog akhir tahun bidang lingkungan yang diselenggarakan bersama Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia di Banjarmasin.

“Bila kita cermati program pembangunan yang dicanangkan pemerintah, cenderung mengabaikan lingkungan. Demikian juga dengan master plan MP3EI akan menjadi ancaman bagi SDA di Kalimantan,” tuturnya.

Ancaman bagi ketersediaan SDA dan degradasi lingkungan menurut Walhi terlihat dari master plan yang menempatkan wilayah Kalimantan menjadi pusat eksploitasi tambang, perkebunan dan kehutanan. Tercatat ada 368 proyek terdiri dari 16 jenis investasi, senilai Rp945 triliun, meliputi migas, batu bara, kelapa sawit, besi baja, bauksit, perkayuan, infrastruktur, dan lainnya.

“Saat ini pun dampak kerusakan lingkungan sudah terlihat nyata, di mana tingginya intensitas bencana seperti saat ini termasuk ancaman hilangnya areal pertanian,” tegasnya.

Di sisi lain, gencarnya eksploitasi SDA di Kalimantan justru tidak memberikan kontribusi berarti bagi penerimaan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Di Kalsel sendiri tercatat ada 26 perusahaan tambang skala besar PKP2B dan 600 perusahaan dengan izin KP dan IUP. Kalsel tercatat sebagai provinsi nomor dua penghasil batu bara nasional setelah Kaltim, dengan jumlah produksi 103 juta ton pada 2010 lalu.

Sementara, ada 64 perusahaan perkebunan kelapa sawit dan 19 diantaranya adalah perkebunan kelapa sawit yang berada di areal lahan rawa mencapai 201.000 hektare.

“Ekspansi sawit dan rencana peningkatan produksi sejumlah perusahaan tambang adalah ancaman yang harus diwaspadai,” tambahnya.

Hal serupa juga dikemukakan, anggota Kaukus Lingkungan DPRD Kalsel, Ibnu Sina, eksploitasi SDA di Kalsel telah menciptakan degradasi lingkungan luar biasa, sementara kontribusi sektor tambang sangat minim.

“Yang perlu diwaspadai adalah ancaman hilangnya areal tangkapan air atau kawasan hutan, serta semakin berkurangnya lahan pertanian karena alih fungsi,” ucapnya. (DY/OL-10)

Sumb: Media Indonesia

Categories: Renungan Pengusaha
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.