Beranda > Renungan Ilmu > Kebugaran Otak

Kebugaran Otak

Desember 2, 2010

Seiring bertambahnya usia, kemampuan otak dan daya ingat manusia bisa menurun. Sebagai ikhtiar manusiawi bisa dilakukan dengan beberapa langkah sederhana untuk memperpanjang usia kebugaran otak :

Tidur cukup
Untuk menjaga kesehatan otak dibutuhkan istirahat yang cukup. Saat kita cukup beristirahat, otak mengumpulkan berbagai informasi yang masuk dan menyusunnya dengan benar. Sebaliknya, kurang tidur bisa mengganggu performa dan suasana hati. Dan ternyata tidak hanya dibutuhkan tidur malam namun juga tidur siang. Para ilmuwan telah menemukan bahwa otak sebetulnya merasa lelah di siang hari akibat akumulasi informasi yang sampai kepadanya, sehingga kinerjanya menjadi kurang efisien dan dengan demikian memerlukan rehat sejenak. Rehat ini bagi otak merupakan penyusunan kembali informasi dan pengorganisasian gelombang-gelombang sel serta memantapkan informasi yang diperoleh di siang hari.

[daya-ingat]

daya-ingat
Oleh karena itu para ilmuwan menegaskan pentingnya tidur malam hari atau tidur sebentar siang hari dan bahwa pemberian kesempatan untuk rehat kepada otak ini dapat memperkuat memori. Mereka menemukan bahwa orang yang biasa tidur sebentar di siang hari, kinerja ilmiahnya lebih baik, dan kemampuan daya ingatnya lebih baik dan lebih cepat menhadirkan ingatan terhadap sesuatu.

Mengkonsumsi apel setiap hari
selain rasanya yang khas dan menyegarkan, Apel mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan kadar asetilkolina di otak. Selain itu, apel juga mengandung kuersetin, atau sejenis flavonoid yang berfungsi melindungi sel otak dari radikal bebas.

Mengkonsumsi makanan mengandung omega-3
Omega-3 banyak terdapat pada ikan salmon, tuna, dan tongkol, bahkan dalam belut pun juga terkandung omega 3 yang culup tinggi. Asam lemak ini bermanfaat untuk meningkatkan komunikasi antar sel saraf. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa omega-3 dapat melindungi sel otak dari risiko Alzheimer.

Rajin berolahraga
Olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga otak. Ketika berolahraga, otak menghasilkan BDNF (brain-derived neurotrophic factor), sejenis protein yang berfungsi menguatkan neuron. Otak yang mengandung banyak BDNF mampu menampung informasi lebih banyak. Untuk meningkatkan kadar BDNF, latukan latihan aerobik secara rutin. Penelitian lain menyatakan berjalan kaki memberi manfaat yang sama. Apalagi pilihan olahraga beladiri yang didalamnya terkumpul bermacam gerakan yang dapat melatih otot.
Penelitian terbaru menemukan bahwa olahraga yang ditujukan untuk pembentukan otot, dapat meningkatkan kadar senyawa kimia yang mempengaruhi pertumbuhan neuron.

Tidak terelakkan, memasuki usia 50 tahun banyak fungsi organ tubuh, termasuk otak, akan menurun. Namun, jangan khawatir, beranjak tua tidak berarti harus menjadi kakek atau nenek pikun. Dengan gaya hidup sehat, risiko kepikunan bisa dihalau.

Pikun adalah gangguan fungsi-fungsi memori (daya ingat), berbahasa, berpikir, dan berperilaku. Sebagian besar disebabkan oleh penyakit alzheimer. Tanda-tanda demensia alzheimer, antara lain, lupa akan kejadian yang baru dialami, kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari, kesulitan dalam berbahasa, disorientasi waktu dan tempat, serta tidak mampu membuat keputusan.

Untuk menjaga agar daya ingat tidak turun, para ilmuwan dari Inggris dan Finlandia menemukan bahwa tetap aktif sampai usia lanjut sangatlah penting. Berdasarkan penelitian mereka, diketahui bahwa orang-orang yang lebih lama menempuh pendidikan lebih mampu mengimbangi efek demensia pada otak.

Selama satu dekade terakhir studi mengenai demensia atau kepikunan secara konsisten menunjukkan, lebih lama kita menuntut ilmu, makin rendah risiko terkena demensia. Dalam studi terkini terhadap 872 orang yang mengikuti studi jangka panjang mengenai penuaan membuktikan hal tersebut.

Akan tetapi, memang belum jelas benar mengapa orang-orang “berpendidikan” itu lebih sedikit yang terkena pikun di masa tuanya. Apakah karena mereka lebih pandai mengatur gejala-gejalanya atau ada alasan lain?

Selain faktor pendidikan, para pakar selama ini menyarankan agar setiap orang yang beranjak lansia tetap aktif dan tidak menarik diri dari pergaulan. Bersosialisasi, membaca buku, dan belajar bahasa merupakan cara yang akan mengoptimalkan agar otak tak mudah pikun.

Sekilas renungan,

Bagi mereka yang beriman kepada Allah SWT, mereka menyakini apapun yang terjadi pada alam termasuk pada diri manusia takkan lepas dari izin dan kuasa-Nya. Namun dengan keimanannya terdorong untuk melakukan amalan dan aktifitas yang baik, oleh karena itu dengan menjaga amalan ibadah sebaik mungkin disaat yang sama sedang menjaga seluruh kondisi jiwa raganya agar tetap bugar.

Sholat dengan khusyu’ akan mengkondisikan jiwa dan raga pelakunya dengan baik dan akan menjaga kondisi kesehatan otaknya, seorang yang sedang khusu’ akan terjadi gelombang gama dalam otaknya, gelombang yang sering diasosiasikan dengan perhatian, daya ingat dan kemampuan belajar.  Dengan gemar berjamaah ke masjid seseorang akan terbiasa berjalan pada tempo dan rutinitas yang terjaga. Banyak membaca al-Qur’an dan mentadaburi maknanya sampai usia lanjut, akan mendatangkan pahal melimpah dan di saat yang sama ia akan terus melatih otaknya bekerja dan ini akan membugarkannya.Memilih makanan yang halal dan berkualitas baik juga dianjurkan oleh agama. Dan tentunya tidak lupa untuk terus memohon diberi kebugaran baik fisik maupun rahani kepada dzat yang Maha Hidup dan Menghidupkan; Allah subhanahu wata`ala, mamintanya tambahan kekuatan untuk senantiasa menjaga keistiqamahan dalam melakukan setiap katifitas kebaikan.

Sumber bacaan :suaramedia.com,alkaheel7.com dll.

Kategori:Renungan Ilmu
%d blogger menyukai ini: