Beranda > Renungan Ilmu > Tidur Siang Bagi Otak

Tidur Siang Bagi Otak

Desember 2, 2010

Kalo kita membaca dalam sirah Rasulullah saw kita akan menemukan bahwa salah satu yang beliau lakukan dan beliau menganjurkan umatnya untuk melakukan adalah apa yang disebut dengan ‘qailulah’ atau yang dikenal dengan sebentar tidur siang.

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa dalam diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang agung, ternyata salah satu yang beliau lakukan adalah kebiasaan sedikit tidur siang, ini menjadikan kita bertanya apakah sesungguhnya tidak cukup tidur di malam hari?. Menjawab pertanyaan ini logika iman kita akan berkomentar; “kalo Allah saja yang menciptakan manusia, Yang Maha Mengetahui sesuatu yang baik atau buruk bagi ciptaan-Nya yang bernama manusia menyatakan bahwa Rasulullah adalah tauladan terbaik (uswatun hasanah), dan ternyata beliau Sang Tauladan terbaik itu menganjurkan tidur siang maka dapat dipastikan bahwa tidur siang itu punya dampak positif bagi manusia”.

tidur siangTernyata  dalam studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience, para ilmuwan menemukan bahwa tidur pada malam hari tidaklah cukup untuk manusia, tetapi masih dibutuhkan tidur siang hari dalam tempo waktu yang tidak terlalu lama.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa otak sebetulnya merasa lelah di siang hari akibat akumulasi informasi yang sampai kepadanya, sehingga kinerjanya menjadi kurang efisien dan dengan demikian memerlukan rehat sejenak. Rehat ini bagi otak merupakan penyusunan kembali informasi dan pengorganisasian gelombang-gelombang sel serta memantapkan informasi yang diperoleh di siang hari.

Oleh karena itu para ilmuwan menegaskan pentingnya tidur malam hari atau tidur sebentar siang hari dan bahwa pemberian kesempatan untuk rehat kepada otak ini dapat memperkuat memori. Mereka menemukan bahwa orang yang biasa tidur sebentar di siang hari, kinerja ilmiahnya lebih baik, dan kemampuan daya ingatnya lebih baik dan lebih cepat menhadirkan ingatan terhadap sesuatu. Demikianlah ternyata tidur siang yang dianjurkan Rasulullah saw ada kaitannya dengan kebugaran kerja otak kita.

Para ilmuwan mengatakan : Fenomena tidur adalah sesuatu yang layak direnungkan dan dikaji lebih dalam karena ia merupakan fenomena kompleks. Maha Suci Allah yang telah mengisyaratkan dalam kitab suci-Nya al-Quran tentang pentingnya tidur di malam dan siang dan menegaskan bahwa tidur adalah salah satu tanda kebesaran Allah swt dan fenomena yang harus kita renungkan. Allah berfirman:

“ dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. (QS. Ar-Rum : 23)

Sumber utama : Tulisan DR. Abduddaim al-kaheel

Kategori:Renungan Ilmu
%d blogger menyukai ini: