Beranda > Renungan Lingkungan > “Membeli” Kebahagiaan

“Membeli” Kebahagiaan

April 15, 2012

Pernah mendengar istilah “retail therapy“? Istilah ini artinya, belanja untuk membantu mengembalikan mood yang buruk. Namun, bukan berarti belanja barang mahal, lho. Belanja barang mahal memang bisa mendorong mood, namun dorongan itu sifatnya hanya sementara. Bahkan, ada kemungkinan Anda merasa lebih buruk di kemudian harinya, contohnya saat tagihan melonjak. Untungnya, ada banyak cara untuk membelanjakan uang Anda untuk bantu Anda merasa lebih bahagia meski tidak perlu keluar banyak uang.

Selama 25 tahun terakhir para ekonom dan psikolog bergiat mencari hubungan antara uang dan mood. Hasilnya? Ternyata, uang memang bisa mendatangkan kebahagiaan untuk beberapa hal berikut ini:

Liburan ketimbang perawatan spa
Ingin istirahat sambil relaksasi? Pilihan untuk melakukan mani-pedi memang bisa berkesan cara yang mudah untuk memanjakan diri tanpa perlu keluar kocek yang amat besar. Namun jika ingin relaksasi, para ahli lebih merekomendasikan agar Anda menjauh dari lingkungan sekitar Anda. Dalam studi yang dilansir jurnal Occupational Medicine, para periset menemukan bahwa berlibur memiliki efek positif kebahagiaan dalam jangka pendek, namun juga berdampak pada kesehatan mental dan fisik orang tersebut dalam jangka panjang.

Tak hanya berliburnya yang bikin bahagia, tetapi perspektif potensial yang Anda dapatkan di saat liburan itu bisa membantu Anda lebih bahagia. Keluar dari rutinitas memberi Anda kesempatan untuk memikirkan perubahan apa yang Anda perlukan untuk merasa lebih bahagia.

Riasan ketimbang pakaian
Ringkasnya, saat Anda terlihat cantik, Anda akan merasa lebih baik. Namun, pendorong mood itu tak harus menjadi pengeluaran yang mahal. Menurut riset dari BuzzBack Market, produk kecantikan bahkan yang dijual umum pun lebih memuaskan ketimbang pembelian pakaian. Meski terdengar aneh, tetapi studi memang mengatakan, saat ekonomi turun, penjualan terbesar justru terjadi pada lipstik, bahkan dinamakan “Lipstick Effect“.

Alasannya? Ada sesuatu yang memuaskan mengenai menambahkan suatu kemewahan ke dalam hidup Anda, meski sedang mengalami kesulitan keuangan, tetapi satu lipstik nampaknya masih bisa masuk anggaran. Baju hanya bisa Anda kenakan sesekali, namun lipstik bisa Anda kenakan sehari-hari sekaligus mendorong mood Anda.

Barang untuk di kamar, bukan ruang tamu
Secara umum, kebanyakan orang memfokuskan pengeluaran untuk renovasi rumah pada bagian yang akan didatangi tamu, seperti ruang tamu atau dapur. Namun, riset menemukan sebuah kota yang warganya cukup tidur memiliki level kebahagiaan yang tinggi. Kamar tidur adalah tempat Anda relaksasi dan melepas lelah. Sepertiga hidup kita adalah dalam bentuk tidur di kamar kita. Hingga pengeluaran untuk membeli barang-barang di kamar, seperti matras yang bagus akan menjadi pengeluaran yang masuk akal. Toh, Anda sekaligus membeli sesuatu yang berharga: tidur yang berkualitas.

Keanggotaan gym ketimbang alat fitnes di rumah
Anda pikir membeli peralatan fitnes untuk ditaruh di rumah akan menjadi investasi? Hm, sebaiknya pikir kembali. Survei mengatakan bahwa 37 responden mengakui mereka tidak menggunakan alat fitnes yang mereka beli dan taruh di rumah sesering yang mereka pikir.

Salah satu alasannya, saat berolahraga bersama orang lain di gym membantu aktivitas tersebut lebih menyenangkan. Saat aktivitas tersebut terasa menyenangkan, mereka akan datang dan datang lagi. Lebih lagi, menyatukan olahraga Anda dengan kehidupan sosial akan membantu Anda melakukan 2 tugas penting jadi 1. Secara otomatis Anda akan memiliki waktu berolahraga dan bertemu teman. Anda jadi bisa ketemu orang yang ingin Anda temui, yang akan membuat Anda bahagia serta membuat pengeluaran yang Anda lakukan jadi investasi. Selain itu, jika Anda melihat alat fitnes yang sudah dibeli mahal itu berdiam diri di rumah Anda, maka Anda akan jadi sedih.

Orang lain, bukan Anda
Jika Anda ingin merasakan gratifikasi, cobalah melakukan sumbangan. Tak banyak hal yang bisa berkontribusi pada kebahagiaan kita lebih dari kedermawanan. Jika Anda memiliki uang berlebih, menyumbanglah untuk mereka yang membutuhkan. Atau, Anda bisa melakukan aksi sosial di sekitar rumah. Riset di University of Pennsylvania Wharton School menemukan bahwa kita akan lebih termotivasi untuk membantu orang lain saat kita memiliki hubungan personal dengan mereka. Dalam skala kecil, Anda bisa saja mentraktir seorang sahabat di hari ulangtahunnya atau membelikan kekasih Anda es krim kesukaannya.

%d blogger menyukai ini: