Perkembangan karir IT

April 15, 2012

PENGARUH SERTIFIKASI KEAHLIAN TERHADAP PERKEMBANGAN KARIR DI BIDANG IT

 ABSTRAK

 Persaingan dalam bidang teknologi informasi (TI) di era globalisasi sekarang ini telah menunjukkan geliat yang cukup pesat. Persaingannya pun tidak hanya terbatas pada pelaku atau perusahaan yang terbatas dalam lingkup regional, melainkan sudah mencakup ke persaingan antarbangsa.

Hal ini memang tentu saja suatu kewajaran mengingat bahwa lingkungan kehidupan kita saat ini telah berada dalam era globalisasi. Era, di mana, batasan-batasan negara tidak relevan lagi dijadikan pembatas persaingan. Bahkan karena TI itu sendiri menjadi motor penggerak kemajuan globalisasi maka dengan sendirinya para praktisi TI menempati posisi terdepan dalam dunia digital. Dan, karena globalisasi sangat erat kaitannya degan persaingan para praktisi yang bekerja dalam suatu perusahaan TI, kini, dituntut untuk berani berkompetisi dengan perusahaan asing yang selama ini dianggap lebih berkualitas dalam berbagai hal.

Membicarakan kompetisi tentu saja tidak lepas dari sertifikasi sebagai satu syarat minimal bagi legitimasi seseorang untuk membuktikan kualitas SDM (sumber daya manusia) dan profesionalismenya. Sebab, sertifikasi yang diakui secara profesional adalah bukti kompetensi seseorang yang telah memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam merancang, mengkonfigurasikan, menerapkan, maupun merawat perangkat lunak perusahaan.

Kata Kunci : sertifikasi, bidang TI

BAB 1

PENDAHULUAN

 1.1 Latar Belakang

 Karir adalah proses. Ada cara dan jalur untuk mengembangkannya. Perusahaan berkualitas selalu berupaya menciptakan jenjang karir yang sesuai dengan kapasitas, kualitas dan dedikasi karyawan demi kontribusi dan prestasi kerja yang prima. Karir merupakan bagian dari perjalan dan tujuan hidup seseorang. Setiap orang berhak dan berkewajiban untuk sukses mencapai karir yang baik.

Anggapan yang sudah mapan dan nyata sering kita jumpai dalam kehidupan masyarakat bahwa seseorang akan berhasil atau sukses  dalam karirnya bilamana seseorang tersebut sudah menjadi atau menempati  posisi manajer atau kepala dalam suatu instansi, baik di pemerintahan maupun swasta. Dengan persepsi semacam ini seseorang mendapat pengakuan dan merasa dihargai, dihormati baik di lingkungan kerja, di keluarga maupun di masyarakat. Status dan martabat menjadi terangkat serta menjadi satu kebanggaan tersendiri.

Meningkatnya implementasi TI mulai dari operasional bisnis biasa sampai ke jaringan perusahaan yang lebih kompleks menyebabkan kebutuhan tenaga TI tidak hanya dirasakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang TI, tetapi juga nonTI. Seiring dengan kebutuhan tenaga kerja TI yang diperkirakan akan terus meningkat, berbagai posisi atau jabatan baru di bidang TI juga bermunculan. Jika Anda berada berada di antara ratusan pelamar yang berharap mengisi beberapa lowongan di bidang TI, apa yang bisa membuat Anda berbeda dengan pelamar-pelamar lain? Lalu jika Anda sudah menjadi salah satu bagian dari tenaga TI dan ingin meniti tangga karier, apakah yang bisa Anda lakukan untuk menegaskan kualitas Anda dibanding sekian banyak rekan seprofesi Anda? Apa yang dapat menjadi jaminan untuk perusahaan-perusahaan yang ingin membayar Anda untuk solusi TI yang dapat Anda berikan ?.

Salah satu jawabannya adalah dengan mendapatkan pengakuan atau sertifikasi untuk bidang spesialisasi Anda. Mungkin akan muncul pertanyaan, apakah pendidikan formal yang sudah Anda kantongi belum cukup untuk membuktikan kemampuan Anda?.Cepatnya perkembangan TI serta semakin kompleksnya teknologi tidak memungkinkan bagi lembaga pendidikan untuk mengadopsi perubahan secara cepat. Keterbatasan kurikulum, dan keinginan untuk independen terhadap produk tertentu menjadi kendala menghadapi perubahan tersebut. Di sisi lain kebutuhan tenaga kerja TI sering membutuhkan kompetensi yang lebih spesifik, seperti pengalaman terhadap penggunaan software tertentu yang diimplementasikan dalam perusahaan tersebut. Hal ini mendorong turun tangannya para vendor untuk ikut terjun dalam program pendidikan yang pada akhirnya melahirkan standar kompetensi atau sertifikasi.

Adanya standar kompetensi dibutuhkan untuk memudahkan bagi perusahaan atau institusi untuk menilai kemampuan (skill) calon pegawai atau pegawainya. Adanya inisiatif untuk membuat standar dan sertifikasi sangat dibutuhkan. Namun masih terdapat permasalahan seperti beragamnya standar dan sertifikasi. Sebagai contoh, ada standar dari Australian National Training Authority. Standar dan sertifikasi dapat dilakukan oleh badan yang resmi dari pemerintah atau dapat juga mengikuti standar sertifikasi di industri, yang sering juga disebut vendor certification. Untuk contoh yang terakhir (vendor certification), standar industri seperti sertifikat dari Microsoft atau Cisco merupakan standar sertifikasi yang diakui di seluruh dunia. Padahal standar ini dikeluarkan oleh perusahaan, bukan badan sertifikasi pemerintah. Memang pada intinya industrilah yang mengetahui standar yang dibutuhkan dalam kegiatan sehari-harinya.

 1.2 Ruang Lingkup

 Ruang lingkup pada penyusunan Paper ini dibatasi pada :

  1. Mengetahui pengaruh sertifikasi dalam karir di bidang IT khususnya.
  2. Mengetahui jenis-jenis sertifikasi khususnya di bidang IT.
  3. Mengetahui keuntungan sertifikasi dalam karir di bidang IT .
  4. Memberikan tips bertahan berkarir di bidang IT

 BAB 2

LANDASAN TEORI

 2.1 Teori Umum

      Pembahasan teori-teori berkaitan dengan karir, teknologi informasi dan sertifikasi.

 2.1.1 Pengertian Karir

Karir adalah rangkaian posisi yang berkaitan dengan kerja yang ditempati seseorang sepanjang hidupnya.

Karir juga dapat dipandang dari berbagai perspektif yang berbeda. Dari tinjauan umum, karir dipandang sebagai urut-urutan posisi yang diduduki oleh seseorang selama jangka waktu hidupnya. Ini merupakan karir objektif. Dari perspektif lainnya karir sendiri terdiri dari perubahan-perubahan dalam nilai, sikap dan motivasi yang terjadi karena seseorang menjadi semakin tua. Gambaran ini merupakan karir yang subjektif. Kedua perspektif tersebut terfokus pada individu, yang menganggap bahwa orang memiliki beberapa tingkat pengendalian terhadap nasib mereka sehingga mereka dapat memanipulasi peluang untuk memaksimalkan keberhasilan dan kepuasan yang berasal dari karir mereka. (Hidayat, 2002).

2.1.2 Pengertian Teknologi

Teknologi adalah pengembangan dan penggunaan dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan.

2.1.3 Pengertian Informasi

Menurut McLeod (2001, p12), informasi adalah data yang telah diproses atau data yang memiliki arti.

Menurut O’Brien (2002, p15), informasi adalah data yang telah diubah menjadi berarti dan berguna khususnya bagi pengguna akhir.

Informasi merupakan sekumpulan data. Oleh karena itu, informasi tidak dapat dipisahkan dari data.

Menurut McLeod (2001, p15), data adalah sesuatu yang terdiri dari fakta-fakta dan bentuk-bentuk yang relatif tidak berarti bagi penggunaannya.

Menurut Turban (2001, p17), data adalah fakta mentah atau deskripsi dasar dari sesuatu, aktivitas dan transaksi yang diambil, dicatat, disimpan dan diklasifikasikan, tetapi tidak diorganisasi untuk menyampaikan pesan tertentu.

 2.1.4 Pengertian Teknologi Informasi

Menurut Haag & Keen (1996), teknologi informasi adalah seperangkatalat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugasyang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

Menurut Martin (1999) , teknologi informasi adalah tidak hanya terbataspada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakanuntuk memroses dan menyimpan informasi, namun juga mencakup teknologikomunikasi untuk mengirimkan informasi.

Menurut Williams & Sawyer (2003) , teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer dengan jalur komunikasiberkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video. Teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi.

2.1.4.1 Pengelompokan Teknologi Informasi

Teknologi Informasi dapat di kelompokkan menjadi :

–          Teknologi Masukan (Input Technology)

Berhubungan dengan peralatan untuk memasukkan data ke dalam sistem komputer.

Cth: keyboard, mouse

–          Teknologi Mesin Pemroses (Processing Machine)

Lebih dikenal dengan CPU (central processing unit), mikroprosesor, atau prosesor. Merupakan bagian dalam sistem komputer yang menjadi pusat pengolahan data dengan cara menjalankan program  yang mengatur pengolahan tersebut.

Cth: pentium, AMD

–          Teknologi Penyimpan

1. Memori Internal: pengingat sementara bagi data, program, dan informasi ketika proses pengolahannya dilaksanakan oleh CPU

Cth: ROM (read-only) & RAM (random access)

2. Memori Eksternal: menyimpan data secara permanen (sekalipun tidak mendapat aliran listrik)

Cth: hard disk, disket, flash disk

–          Teknologi Keluaran (output technology)

Teknologi yang berhubungan dengan segala piranti yang berfungsi menyajikan informasi hasil pengolahan sistem.

Cth: monitor, printer

–          Teknologi Perangkat Lunak (software)

Dikenal juga sebagi program/aplikasi yang digunakan untuk mengendalikan komputer sesuai dikehendaki.

Cth: Microsoft Word untuk pengolah kata

2.1.5 Pengertian Sistem Teknologi Informasi

Sistem Teknologi Informasiadalahsistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi.

Komponennya terdiri dari :

–          Perangkat Keras (hardware)

Tampak secara fisik (komputer, printer, dll)

–          Perangkat Lunak (software)

Berupa aplikasi/program

–          Manusia (brainware)

Pemakai, pemelihara dan pembuat sistem (cth: programmer)

2.1.5 Pengertian Sertifikasi

Pengertian Sertifikasi adalah proses pemberian pengakuan atas pemenuhan standar nasional. Yang dimaksud dengan sertifikasi disini adalah standarisasi secara profesional bagi mereka yang kompeten di bidang pekerjaan masing-masing yang dikelola dan dibina oleh Organisasi Profesi bukan Pemerintah. Sertifikasi ini memenuhi persyaratan kualitas profesional yang sudah ditetapkan.

Tiga Pilar Utama yang menopang Sertifikasi adalah

–          Kompetensi (Knowledge and Expertise)

–          Pengalaman (Experience and Exposure)

–          Etika, Moral dan Integritas Profesional (Professional Ethics, Moral and Integrity)

BAB 3

PEMBAHASAN

 

3.1 Sekilas tentang pekerjaan di bidang IT

Jenis-jenis pekerjaan di bidang IT diantaranya:

1) Teknisi Komputer

Jenis pekerjaan ini contohnya adalah merakit komputer (biasa ditemui di toko komputer), memasang jaringan dan infrastruktur IT lainnya (petugas lapangan). Untuk pekerjaan ini tidak dibutuhkan tingkat kesarjanaan. Kebanyakan posisi ini ditempati oleh orang2 lulusan SMU atau STM.

2) Programmer

Tugasnya adalah membangun software atau aplikasi, baik itu di internal organisasi atau outsource atau sering di kenal dengan koding. Dari pengalaman, programmer perlu memiliki kemampuan yang spesifik disuatu teknologi atau spesialisasi, misalnya Java, .NET, atau yang lainnya. Meskipun tidak menutup kemungkinan ada programmer yang jago dibeberapa bahasa pemrograman. Kalau dibedakan menjadi 2 bagian besar, maka akan ada programmer yang spesialisasi di desktop application dan webbased application. Kebanyakan posisi ini ditempati oleh orang-orang lulusan sarjana IT.

3) System analyst

Tugasnya adalah merancang sistem. Ia bertugas menerjemahkan user requirement menjadi rancangan sitem, dari logical database sampai user interface. Ada beberapa yang menganalogikan antara analyst dan programmerseperti pekerjaan membuat baju. Kalau sistem analyst adalah designernya, sedangkan programmer adalah tukang jahitnya. Biasanya untuk menjadi system analyst harus dimulai dari pengalaman menjadi programmer dulu, meskipun ada beberapa perusahaan yang langsung meng-hire fresh graduate menjadi system analyst karena company tersebut memang bergerak di level analyst. Kebanyakan posisi ini ditempati oleh orang-orang lulusan sarjana IT.

4) Peneliti atau dosen

Bagi yang memiliki jiwa peneliti dan pengajar, pekerjaan ini sangat cocok buat anda. Ada beberapa teman saya yang lebih ingin menjadi peneliti atau dosen, dibanding bekerja menjadi seorang pelaku industri. Tentunya orang-orang yang memilih jalur ini akan mendapatkan kesempatan untuk tingkat pendidikan lebih lanjut seperti S2 dan S3.

5) Administrator

Ada beberapa tipe administrator yang dimaksud yaitu administrator database, administrator operating system, administrator jaringan, dan administrator aplikasi (misal ERP). Masing-masing memiliki keahlian spesifik dibidangnya dan bahkan sertifikasi khusus untuk masing-masing teknologi, seperti Microsoft, Cisco, Oracle, dll. Sertifikasi ini menjadi salah satu tolak ukur bagi perusahaan dalam meng-hire orang-orang diposisi ini. Kebanyakan posisi ini ditempati oleh orang-orang lulusan sarjana IT.

a.       Database Admnistrator

Bertanggung jawab atas kinerja, integritas dan keamanan database. Persyaratan tambahan peran yang cenderung termasuk perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah. Database Admnistrator harus memiliki kompetensi dalam bidang monitor dan mengelola sebuah database.

b.      Administrator Operating System

Orang yang bekerja untuk memelihara dan mengoperasikan komputer sistem dan / atau jaringan. Sistem Administrator mungkin anggota dari seuah departemen teknologi informasi. Tugas dari sistem administrator cukup luas, dan sangat bervariasi dari satu organisasi ke yang lain. Sistem Administrator biasanya diisi dengan menginstal, mendukung, dan memelihara server atau sistem komputer, dan berencana untuk menanggapi dan layanan outages dan masalah lainnya. Tugas-tugas lainnya dapat mencakup scripting atau cahaya pemrograman, manajemen proyek untuk sistem yang berhubungan dengan proyek, pengawasan atau pelatihan komputer operator, dan sebagai konsultan untuk masalah komputer di luar pengetahuan teknis mendukung staf. Sistem Administrator harus menunjukkan campuran keterampilan teknis dan tanggung jawab. Harus memiliki kompetensi menghubungkan perangkat keras, melakukan instalasi Microsoft Windows, melakukan instalasi Linux, pasang dan konfigurasi mail server, ftp dan web server serta memahami routing.

c.       Administrator Jaringan

Profesi yang bertanggung jawab untuk perawatan perangkat keras komputer dan perangkat lunak yang terdiri dari sebuah jaringan komputer. Hal ini biasanya meliputi deployment, konfigurasi, pemeliharaan dan pemantauan dari peralatan jaringan aktif. Administrator Jaringan terkait peran dari spesialis jaringan, atau jaringan analis, yang berkonsentrasi pada jaringan desain dan keamanan. Administrator Jaringan yang biasanya tingkat teknis / jaringan staf dalam suatu organisasi akan jarang terlibat langsung denga dukungan pengguna. Administrator Jaringan yang akan berkonsentrasi pada kesehatan secara keseluruhan jaringan, server deployment, keamanan, jaringan konektivitas memastikan seluruh perusahaan LAN / WAN infrastruktur, dan semua pertimbangan teknis di jaringan tingkat organisasi teknis hirarki. Administrator Jaringan harus memiliki setidaknya tujuh kompentensi seperti menghubungkan perangkat keras, mengelola dan melakukan konfigurasi sistem operasi yang mendukung network, mengelola perangkat network, memahami routing, mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya, mengelola network security, monitor dan mengelola network security.

6) Security administrator

Di beberapa perusahaan besar ada fungsi khusus untuk mengelola security sebagai bagian dari IT Governance untuk terciptanya segregation of duties. Tugasnya antara lain sebagai pengelola user access dan pengelola konfigurasi security. Kebanyakan posisi ini ditempati oleh orang-orang lulusan sarjana IT.

7) IT consultant / compliance

Ada beberapa turunan dari bidang pekerjaan ini yang diantaranya adalah :

a.       IT auditor, melakukan evaluasi dan rekomendasi atas lingkungan IT di sebuah perusahaan. Sertifikasi yang terkait dengan hal ini adalah CISA, CGEIT dan CIA.

b.      Security consultant, melakukan evaluasi dan rekomendasi khusus untuk keamanan IT di sebuah perusahaan. Sertifikasi yang terkait dengan hal ini adalah CISSP, CISM, dan SANS.

c.       IT compliance, melakukan evaluasi atas kepatuhan lingkungan IT suatu perusahaan terhadap beberapa regulasi yang terkait dengan perusahaan tersebut baik itu dari internal maupun external.

d.      Penetration tester, melakukan evaluasi atas keamanan suatu sistem dengan cara  CHFI. Meskipun demikian, pengalaman dan knowledge hacking lebih diutamakan untuk menjadi profesi ini.

8) IT Art/Designer

Pekerjaan yang terkait dengan bidang ini adalah web designer, image designer, dan animator (2D/3D). Disini sangat dibutuhkan orang-orang yang memiliki jiwa seni yang tinggi, karena memang pekerjaan ini akan mengutamakan dari sisi art. Meskipun seseorang bisa menggunakan tools seperti Adobe Photoshop, Macromedia Dreamworks, 3D animation tool dan lainnya, namun tidak akan ada gunanya jika mereka tidak memiliki jiwa seni.

9) Data analyst

Tugasnya adalah mengolah data dan memberikan hasil analisa terhadap olahan data tersebut. Orang yang termasuk di bidang ini seperti data analyst untuk revenue assurance, data analyst untuk fraud investigator, atau juga data analyst untuk MIS. Keahlian yang dibutuhkan adalah kemampuan menggunakan tools pengolahan data, seperti ACL, IDEA, dan lainnya.

3.2 Perlukah Sertifikasi di Bidang IT?

 

Sertifikasi di bidang IT security belum tentu menjamin di terimanya anda dalam suatu pekerjaan tapi yang pasti akan membantu anda meningkatkan posisi dan reputasi anda. Dalam dunia IT, sertifikasi merupakan hal yang bisa penting tapi juga bisa dibilang tidak.Apalah artinya, jika seseorang dapat lulus ujian MCSE tapi tidak dapat tahu bedanya antara Internet Domain dan Windows Domain? Jika mau membuat diri kita berbeda, membutuhkan respek dalam pekerjaan, dan (terus terang) jika mau mendapatkan pendapatan lebih, kita harus berbuat lebih dari pada sekedar mengejar sertifikasi saja. Kita perlu meningkat pengalaman, dedikasi dan kerja keras serta mengikuti perkembangan. Seperti umumnya dimana pun, yang lebih penting dari sertifikasi itu sendiri adalah kemampuan yang sebenarnya dan pengetahuan yang mendasar diberbagai informasi mengenai bidang tersebut.

Banyak alasan untuk mendapatkan sertifikasi IT (Information Technology). Hal utama adalah sertifikasi di bidang Teknologi Informasi dan Telekomunikasi memberikan kredibilitas bagi pemegangnya. Sertifikasi IT menunjukkan para Professional Teknologi Informasi memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dapat dibuktikan. Sertifikasi IT juga memberikan keunggulan bersaing bagi perusahaan, khususnya dalam pasar global karena kemampuan dan pengetahuan Profesional Teknologi Informasi dan Telekomunikasi telah diuji dan didokumentasikan.

Nilai Sertifikasi IT untuk Peningkatan Bisnis Perusahaan

A.    Selaras dengan Tujuan Bisnis Perusahaan

1.      Memberikan keunggulan bersaing yang nyata.

2.      Memberikan pelayanan pada tingkat yang lebih tinggi.

3.      Meningkatkan produktivitas kerja.

4.      Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang lebih lengkap.

5.      Meningkatkan kredibilitas terhadap mitra bisnis dan pelanggan.

6.      Memberikan dampak terukur untuk efisensi dan keuntungan bisnis.

7.      Menjadi tujuan penting bagi bisnis perusahaan.

B.     Alat yang penting untuk mempertahankan dan mendapatkan SDM bidang ICT

1.      SDM yang memiliki sertifikasi IT lebih loyal dan kurang suka berganti pekerjaan.

2.      Sertifikasi IT adalah suatu cara untuk mempertahankan SDM berkompetensi.

3.      Berfungsi sebagai pembeda tingkat kemampuan antara staff senior dan staff baru.

4.      Berfungsi sebagai skala pembanding untuk kemampuan teknis.

5.      Sertifikasi IT memungkinkan pemilihan yang lebih baik dalam proses rekruitmen.

6.      Memberikan perusahaan sebuah standar kemampuan yang konsisten.

7.      SDM yang memiliki sertifikasi mampu melakukan fungsi pekerjaan dengan baik.

 

3.2.1 Jenis sertifikasi

Pada dasarnya ada 2 jenis sertifikasi yang umum dikenal di masyarakat, yaitu :

  • Sertifikasi akademik (sebetulnya tidak tepat disebut sertifikasi) yang memberiakn gelar, Sarjana, Master dll
  • Sertifikasi profesi. Yaitu suatu sertifikasi yang diberikan berdasarkan keahlian tertentu untuk profesi tertentu.

Sayangnya sertifikasi akademik sulit memiliki implementasi langusng dalam industri ICT. Disebabkan karena kecepatan perubahan serta standardisasi antara Universitas. Di samping itu tujuan universitas memang berbeda dengan tujuan industri. Universitas bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar bukannya keahlian khusus atau kompetensi untuk profesi tertentu yang dibutuhkan oleh industri. Spesialisasi yang terlalu sempit juga tidak cocok untuk pengembangan universitas.

Sedangkan sertifikasi profesional pada dasarnya memiliki 3 model, yaitu :

  • Dikembangkan oleh Profesional Society, sebagai contoh British Computer Society (BCS), Australian Computer Soicety (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC) dan lain-lain.
  • Dikeluarkan oleh Komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux Profesional, SAGE (System Administration Guild), CISA(IS Auditing) [http://www.isaca.org/]
  • Dikeluarkan oleh vendor sebagai contoh MCSE (by Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) etc. Biasanya skill yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut.

Sertifikasi yang berbasiskan vendor sangat bergantung pada produk vendor tersebut. Juga dikenal sebagai salah satu strategi pemasaran pada suatu perusahaan (vendor). Dengan mempromosikan serti_kasi tersebut, maka perusahaan tersebut dapat menjamin kepada kustomer mereka bahwa tersedia cukup dukungan teknis (orang yang memiliki sertifikasi produk tersebut). Pada kenyataannya pada pasar tenaga kerja, sertifikasi vendor ini sangat populer. Karena banyak orang beranggapan bahwa dengan memiliki sertifikasi vendor ini maka masa depan lapangan pekerjaan akan terjamin.

Dalam mengembangkan sertifikasi beberapa patokan yang sebaiknya diterapkan :

  • Harus berdasarkan ujian dan cukup sulit dan memiliki beberapa tingkatan
  • Pusat pelatihan harus disertifikasi sebelum dapat menawarkan suatu sertifikasi
  • Sertifikasi tak boleh bergantung pada suatu perusahaan atau suatu institusi. Tetapi sertifikasi vendor sebaiknya juga diakui sebagai suatu komponen untuk memperoleh sertikasi profesi
  • Sertifikasi harus mendorong terbentuknya industri lokal.
  • Sertifikasi harus memperkecil jurang antara universitas (education) dan industri. Harus dikembangkan pemetaan antara sertifikasi akademik dan sertifikasi profesi. Juga mengurangi jurang antara aktifitas riset dan industri.
  • Sertifikasi harus mendorong orang untuk memahami pengetahuan dasar yang berhubungan dengan keahlian terapan pada profesi tersebut. Hal ini akan membantu orang untuk memperbaiki pengetahuannya, sebab mereka tidak ahnya belajar dari “keahlian tertentu” untuk suatu saat saja, tetapi mereka memiliki pengetahuan dasar untuk memehami teknologi baru.
  • Sertifikasi tak boleh mengabaikan kemajemukan orang. Sebagai contoh bahasa, dan kebiasaan lokal. Sehingga untuk kompetensi dalam bidang komunikasi, kemampuan berbahasa lokal perlu dipertimbangkan juga.

           

Di bidang IT security, ada juga beberapa sertifikasi yang tersedia dan memang bertujuan mendalami hal penting yang disebutkan sebelumnya. Di bidang IT security, sertifikasi terbagi menjadi 2 (dua) tipe umum: berbasiskan produk dan berbasiskan industri. Sertifikasi yang berbasiskan produk membuktikan bahwa anda telah mempelajari (sampai tingkat tertentu) dan cukup memahami suatu produk sehingga berhasil melalui ujian yang dikeluarkan oleh pembuat produk. Sertifikasi jenis ini umumnya tidak menunjukan apakah anda tepat di suatu jabatan tertentu dalam perusahaan atau tidak. Juga belum tentu menjamin bahwa anda dapat menjalankan produk tersebut tanpa hambatan. Kenyataannya, beberapa sertifikasi jenis ini lebih mengarah kepada keuntungan perusahaan produk tertentu karena: dengan makin banyaknya minat terhadap sertifikasi berbasiskan produknya, berarti posisi produknya semakin kuat dan semakin menjadi standar. Tentunya tidak ada salahnya kalau anda mengambil sertifikasi ini, apalagi jika kebetulan anda bekerja pada suatu perusahaan produk tersebut atau perusahaan yang membuat produk tersebut sebagai standar dalam perusahaannya. Hal ini juga belum tentu membuat anda akan mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik, tapi paling tidak anda dapat meningkatkan pengetahuan dan reputasi.

Sertifikasi berbasiskan industri arahnya lebih luas. Sertifikasi jenis ini biasanya lebih di dorong oleh adanya kebutuhan mendalam terhadap suatu standar yang digunakan secara umum di suatu bidang tertentu. Sertifikasi di bidang networking contohnya, tidak menekan pada suatu produk tertentu tetapi lebih kepada kelas dan fungsi dari produk serta konsepnya. Sertifikasi dibidang industri biasanya di perkenalkan oleh organisasi-organisasi yang independent yang berdedikasi dalam menetapkan suatu standar pengetahuan atau dikenal dengan istilah Common Body of Knowledge. Terkadang suatu asosiasi khusus dibentuk untuk mem-fasilitasi ujiannya yang meliputi, pertanyaan-pertanyaan, jangka waktu, format, dan lain-lain. Di samping adanyaa dukungan dari industrinya, organisasi ini pun didukung juga oleh perusahaan yang mempekerjakan orang-orang certified tersebut serta orang-orang itu sendiri. Ambil contoh, sertifikasi dokter dan SH(Sarjana Hukum), banyak persyaratan untuk mendapat sertifikasi tersebut, maupun dalam menyandang sertifikasi tersebut di pekerjaan, seperti adanya kode etik, ikatan dokter/ikatan pengacara dan lain-lain.

Sertifikasi berbasiskan industri menekankan perlunya pengalaman sebelum dapat mengikuti ujian, serta diharuskan untuk terus mengikuti perkembangan di dunia industri tersebut. Sedangkan sertifikasi berbasiskan produk memerlukan pengetahuan tentang suatu produk yang kuat, tanpa mempersoalkan dasar atau sudah diterimanya oleh suatu standar atau belum tentang pengetahuan tersebut. Setiap ujian dari versi baru produk tersebut umumnya memberikan sertifikasi baru.

3.2.1.1. Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman

Di bagian ini akan dibahas dua sertifikasi TI dalam hal penguasaan kemampuan yang terkait dengan bahasa pemrograman. Yang dipilih adalah sertikasi untuk bahasa pemrograman Java dan sertifikasi untuk bahasa pemrograman yang menggunakan platform Microsoft .Net.

a.       Java

Pengunaan bahasa Java dalam pembuatan aplikasi terus menunjukkan peningkatan. Secara pasti bahasa pemrograman Java mulai merebut pangsa pasar yang dulunya diisi oleh bahasa-bahasa seperti COBOL, Cobol, Visual Basic, C, System/390 Assembler dan SmallTalk. Tentunya hal ini diikuti dengan semakin tingginya kebutuhan akan tenaga profesional yang menguasai bahasa pemrograman Java.

Sertifikasi Java dapat dimanfaatkan oleh paling tidak empat segmen.

1.      Pertama, mereka yang ingin melakukan transisi karier dari posisi nonteknis ke pengembangan aplikasi dan software. Yang dimaksud di sini adalah mereka yang memiliki pengalaman nol dalam profesi TI tetapi tertarik untuk beralih profesi ke bidang TI yang mungkin dinilai lebih menggiurkan.

2.      Kedua, mereka yang sudah bergerak dalam bidang TI dan berniat untuk melakukan perpindahan posisi di perusahaan tempat mereka bekerja. Jika Anda sedang merancang sebuah rencana untuk meningkatkan kredibilitas, tanggung jawab dan sukses di organisasi Anda saat ini, sertifikasi layak menjadi komponen utama dari rencana tersebut, utamanya jika Anda bekerja di perusahaan kecil atau menengah. Sementara jika Anda memiliki keterampilan TI tetapi tidak memiliki pengalaman menggunakan Java, sertifikasi Java dapat memberi Anda kesempatan untuk mencoba pekerjaan yang menggunakan Java.

3.      Ketiga, konsultan Java yang ingin memvalidasi keterampilan mereka dan meningkatkan kredibilitas mereka di mata klien.

4.      Keempat adalah para profesional TI yang sedang memikirkan untuk pindah perusahaan. Saat ini banyak lowongan kerja yang menyebutkan sertifikasi Java sebagai suatu kualifikasi yang dapat mejadi nilai tambah. Tentu saja adanya sertifikat dapat meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri dan dengan upah yang lebih tinggi.

b.      Microsoft.Net

Untuk para developer ada dua jenis sertifikat yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai pengakuan atas keahlian dalam pengetahuan dan keterampilan Microsoft .Net : Microsoft Certification Application Developer (MCAD) dan Microsoft Certified Solution Developer (MCSD).

Sertifikasi MCAD dibuat oleh Microsoft sebagai respon terhadap kebutuhan industri akan sebuah sertifikasi yang memungkinkan mereka untuk menunjukkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan, memaintain, dan mendeploy aplikasi Web atau desktop berbasis Windows dengan skala kecil sampai menengah. MCAD ditujukan untuk mereka yang lingkup pekerjaannya meliputi pengembangan aplikasi, komponen, atau layanan database dan jaringan berskala kecil sampai menengah pada platform Windows.

Sertifikasi yang kedua adalah Microsoft Certified System Developer (MCSD). Sertifikat MCSD merupakan salah satu sertifikat TI dengan reputasi yang dikenal baik di kalangan industri. Dengan mengantongi sertifikat MCSD, seseorang dianggap telah mampu mendemonstrasikan kemampuan yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah organisasi dalam proses perancangan, implementasi, dan administrasi dari suatu solusi bisnis dengan menggunakan produk Microsoft.

3.2.1.2. Sertifikasi untuk Database

Setelah membahas sertifikasi untuk bahasa pemrograman, pada bagian ini akan dibahas macam sertifikasi untuk keterampilan dalam teknologi database yang banyak digunakan. Kami memilih sertifikasi untuk Oracle dan Microsoft SQl Server.

a.       Oracle

Sampai sekarang perusahaan software kedua terbesar di dunia ini masih merupakan penikmat pangsa pasar terbesar untuk software database. Ini membuat sertifikasi Oracle menjadi salah satu sertifikasi yang paling populer dan banyak dicari. Laporan IDC Certified Report 2002 menyebutkan bahwa sertifikasi Oracle adalah kualitas yang paling dicari oleh pasar TI.

Dalam situsnya Oracle menyebutkan bahwa 97 dari pemegang Oracle Certified Professional (OCP) mengatakan bahwa mereka diuntungkan oleh sertifikasi tersebut, 89% merasa kepercayaan diri terkait penguasaan keahlian Oracle meningkat, dan 96% mengaku menganjurkan program sertifikasi Oracle kepada orang lain. Sementara bagi perusahaan yang memiliki pegawai yang telah tersertifikasi, Oracle mengklaim bahwa berdasarkan survai perusahaan-perusahaan tersebut melaporkan penurunan waktu downtime sebesar 49%.

Untuk memenuhi kebutuhan industri akan berbagai spesialisasi keahlian dalam menggunakan teknologi Oracle, Oracle saat ini menawarkan tiga jenis sertifikasi Oracle. Setiap jalur sertifikasi dirancang untuk menguji penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi Oracle untuk suatu bidang kerja tertentu seperti developer, administrator, atau Web server administrator.

Salah satu yang membuat sertifikasi Oracle menjadi salah satu sertifikat TI dengan reputasi yang tinggi adalah tingkat kesulitan untuk mendapatkan sertifikasi tersebut. Untuk setiap ujian, peserta baru dinyatakan lulus apabila skornya minimal 70 %. “Saya selalu menanyakan kesiapan setiap calon peserta ujian sertifikasi. Ujian Oracle tidak murah dan tidak mudah sehingga sayang sekali apabila harus tidak lulus,” ujar Mardjuki (Education Director, Oracle University Indonesia).

Di lain pihak hal tersebut membuat pemegang sertifikat Oracle menjadi barang langka. Di Indonesia misalnya, menurut Mardjuki baru ada sekitar 300 pemegang sertifikat jenjang OCP, sementara untuk jenjang OCM jumlah mungkin hanya sebatas hitungan jari.

b.      Microsoft

Microsoft menawarkan satu jenis sertifikasi untuk penguasaan teknologi produk database andalannya, Microsoft SQl Server. Microsoft Certified DBA adalah sertifikasi yang diberikan sebagai pengakuan kemampuan merancang, mengimplementasi, dan melakukan administrasi database Microsoft SQl Server..

3.2.1.3. Sertifikasi untuk Office

Sebagai aplikasi desktop, Microsoft Office mungkin menjadi aplikasi yang paling akrab dengan keseharaian pekerjaan kita. Mulai dari membantu menulis surat sampai membuat perencanaan proyek. Populernya aplikasi Microsoft Office dan kemudahan pemakaiannya seringkali membuat banyak penggunanya tidak merasa perlu untuk mempelajarinya secara serius. Padahal hal tersebut mungkin berakibat pada rendahnya utilitas pemanfaatan berbagai feature yang sebenarnya disediakan oleh Microsoft Office, dan tanpa disadari membuat kerja tidak seefisien seharusnya.

Sertifikasi Microsoft Office Specialist (Office Specialist) adalah sertifikasi premium untuk aplikasi desktop Microsoft. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi dengan standar global untuk validasi keahlian dalam menggunakan Microsoft Office dalam meningkatkan produktivitas kerja.

 3.2.1.4. Sertifikasi di Bidang Jaringan

Sertifikasi yang paling populer di bidang jaringan adalah sertifikasi Cisco. Memang bukan rahasia bahwa Cisco merupakan pemegang pangsa pasar terbesar di bidang jaringan sampai saat ini. Selain sertifikasi Cisco, sertifikasi di bidang jaringan yang juga cukup populer adalah sertifikasi yang diberikan oleh CompTIA, Novell, dan Solaris.

 3.2.1.5. Sertifikasi di Bidang Computer Graphics dan Multimedia

Peluang karier di bidang Computer Graphics dan Multimedia sangat luas, mulai dari designer, art director, web designer, editor, multimedia artist, visualizer, visual effect artist, dan banyak lagi. Tidak heran jika training di bidang animasi, desain grafis, desain Web, digital video, dan digital imaging ini semakin diminati.

Apa yang bisa Anda lakukan jika Anda ingin diakui sebagai ahlinya di bidang desktop publishing, animasi, digital video, atau desain Web? Tentu saja Anda bisa menempuh berbagai training dan jalur sertifikasi yang ditawarkan oleh vendor-vendor aplikasi yang bergelut di bidang multimedia ini.Beberapa vendor yang mengeluarkan sertifikasi di bidang ini adalah Adobe, Macromedia, Autodesk, dan Maya.

3.3 Keuntungan Sertifikasi

Ada banyak keuntungan yang dapat menjadi tambahan alasan untuk mempertimbangkan mengambil sertifikasi TI. Salah satu yang utama tentu saja membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan. Sertifikat TI dapat meningkatkan kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja. Bagi mereka yang sudah bekerja di bidang TI, sertifikasi memberi cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknis. Dengan memiliki sebuah sertifikat TI yang diakui secara global, seorang profesional TI akan memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan keterampilan yang dimilikinya. Ini karena melalui proses sertifikasi keterampilan yang dimiliki sudah mengalami validasi oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga pemberi sertifikasi.

Selain itu pengalaman mengikuti sertifikasi akan memberikan wawasan-wawasan baru yang mungkin tidak pernah ditemui pada saat mengikuti pendidikan formal atau dalam pekerjaan sehari-hari. Selain mampu memberikan jalan yang lebih mudah untuk menemukan pekerjaan di bidang TI, sertifikasi juga sapat membantu Anda meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang sudah bekerja. Bahkan sertifikasi yang sudah diakui secara global ini mampu meningkatkan kompetensi Anda dengan tenaga-tenaga TI dari manca negara. Karena itu jangan heran jika sertifikasi yang telah Anda kantongi bisa lebih dihargai dibandingkan ijazah formal Anda.

Sertifikasi adalah independen, obyektif, dan tugas yang regular bagi kepentingan profesional dalam satu atau lebih area di teknologi informasi. Sertifikasi ini memiliki tujuan untuk :

–          membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi,

–          Membentuk standar kerja TI yang tinggi,

–          Pengembangan profesional yang berkesinambungan.

Sedangkan bagi tenaga TI profesional tersebut :

–          Sertfikasi ini merupakan pengakuan akan pengetahuan yang kaya (bermanfaat bagi promosi, gaji)

–          Perencanaan karir

–          Profesional development

–          Meningkatkan international marketability. Ini sangat penting dalam kasus, ketika tenaga TI tersebut harus bekerja pada perusahaan multinasional. Perusahaan akan mengakui keahliannya apabila telah dapat menunjukkan sertifikat tersebut.

Bagi masyarakat luas sertifikasi ini memberikan kontribusi positif, yaitu :

–          Memiliki staf yang up to date dan berkualitas tinggi.

–          Memperoleh citra perusahaan yang baik, keuntungan yang kompetitif, merupakan alat ukur yang obyektif terhadap kemampuan staf, kontraktor dan konsultan.

–          Secara langsung dan tidak langsung akan meningkatkan produktifitas secara mikro maupun makro.

–          Menaikkan pengakuan industri dan secara intenasional.

–          Bagi siswa memberikan alur profesi yang jelas. Siswa yang ingin segera mempelajari ICT dan profesi akan tahu darimana memulainya

–          Memberikan suatu mekanisme pusat pelatihan. Suatu program sertifikasi memberikan alur pelatihan yang jelas.

–          Membantu proses pencarian tenaga IT profesional. Suatu kandidat yang dievaluasi untuk suatu jabatan, dengan memiliki suatu serti_kat berarti telah memiliki skill dan pengetahuan tingakat tertentu. Hal itu juga menunjukkan persistensi kandidat dan kemampuan menyelesikan suatu proyek (dalam hal ini sertifikasi). Kedua hal ini membantu masyarakat mencari tenaga TI

–          Mendorong pegawai melakukan proses belajar lebih lanjut

Beberapa negara telah mengembangkan dan mempromosikan sistem sertifikasi  yang khas bagi negara tersebut. Beberapa negara menerapkan dan membayar lisensi kepada sistem serti_kasi yang ada. Beberapa negara menggunakan tenaga ahli untuk melakukan ujian.

 3.4 Cara Bertahan di Karir IT

Perekonomian global sedang mengalami masa sulit. Perusahaan-perusahaan besar menderita kemerosotan nilai saham, PHK di mana-mana. Bahkan penyedia layanan outsourcing dalam posisi yang mengkhawatirkan. Dalam kondisi tertekan ini, staf TI menyadari semakin sulitnya tanggungjawab mereka untuk melakukan yang terbaik dengan kondisi ini, dengan rasa was-was akan ancaman PHK dari pihak perusahaan. Mungkin hal ini belum terlalu terasa di Indonesia, namun perlu rasanya untuk waspada dan mempersiapkan diri.

Kemungkinan terburuk dari hal ini adalah anda menyerah dalam kondisi ini ataupun menjadi panic karenanya. Walaupun pekerjaan bidang teknologi dalam mengalami peningkatan tekanan, kenyataan menunjukkan bahwa peluang karir di bidang teknologi masih lebih baik jika dibandingkan dengan bidang lainnya. Bukan berarti bebas dari pemecatan, upah yang stagnan, atau peningkatan beban kerja, tetapi adanya peluang yang lebih baik daripada karir di bidang lain – jika Anda mau bersikap fleksibel.

Ada banyak data yang mendukung kekhawatiran ini. Sebagai contoh, pemecatan karyawan oleh Google dan lebih dari 50.000 pekerja bidang IT kehilangan pekerjaan sebelum krisis keuangan. Hal ini juga dapat dilihat dari sebuah survey yang dilakukan oleh Bureau of Labor di AS.

Kecenderungan ini akan sangat menyakitkan bagi mereka yang mencoba untuk bertahan. Menurut survei gaji pada tahun 2008 di AS oleh Computerworld, bonus untuk pekerja TI hanya meningkat senilai 0,2 persen dari tahun 2007. Kenaikan ini, yang tidak seimbang dengan tingkat inflasi sekitar 5%, akan menambah kesulitan bagi para professional bidang IT.

Tingkat tekanan pun menjadi bertambah. Survey dari Computerworld menunjukkan bahwa hanya 14 persen dari responden yang tidak merasa lebih tertekan dibandingkan tahun sebelumnya. Penyusutan anggaran adalah salah satu alasan. “Perusahaan memliki pola piker untuk tidak melakukan peningkatan dalam 3 bulan dan hanya 1 atau 2 persen dalam waktu 12 bulan. Hal ini cukup berubah dari tahun lalu, yaitu antara 7 dan 8 persen,” kata Steve Minton, Vice President IDC.

Yang paling menderita dalam tekanan ini adalah Amerika Serikat dan Eropa, walaupun seluruh dunia juga mengalaminya. Banyak profesional IT dari negara-negara ini yang mempertimbangkan untuk pindah ke Cina, Kanada, atau negara lainnya dimana kebutuhan akan keahlian IT dan kesempatan untuk membuat yang baru masih tinggi. Perpindahan ini memberikan mereka nilai lebih bagi perusahaan yang memiliki cabang-cabang di banyak negara.

Untuk dapat bekerja secara kompetitif, pekerja TI memerlukan kombinasi dari banyak keterampilan dasar yang penting – termasuk, menurut survei, etika dan moral yang kuat – dan kemampuan dalam bidang recession-proof – desain dan pengembangan perangkat lunak, jaringan dan sistem administrasi, perangkat lunak analisis implementasi, pengujian dan QA, serta database administrasi – yang masih sangat dibutuhkani, seperti  juga bidang keamanan, VoIP, dan nirkabel. Dan hal-hal tambahan yang juga penting untuk perusahaan seperti  keahlian Cobol untuk pekerjaan asuransi, misalnya, serta keahlian dalam hal open source,. Net, dan Java.

Sertifikasi juga dapat membantu, terutama yang manajemen. Namun berhati-hatilah: Tidak semua Sertifikasi itu berharga. Beberapa yang cukup diharapkan – dan mungkin perlu dipertimbangkan dalam sebuah pekerjaan – sedangkan yang lainnya tak berguna. Terutama untuk Sertifikasi teknikal; di luar keamanan dan jaringan banyak sertifikasi yang sebenarnya tidak begitu penting.

Seperti yang dikatakan di awal, permasalahan ini belum begitu terasa di Indonesia. Namun yang menjadi masalah adalah kemungkinan masuknya profesional IT dari negara lain untuk mendapatkan kesempatan kerja di Indonesia. Hal ini haruslah disikapi dengan bijak oleh para professional IT di negara ini, karena dengan begitu persaingan yang mungkin akan berkembang dapat diatasi dengan baik. Jadilah tuan di rumah sendiri.

 

 

BAB 4

 

SIMPULAN DAN SARAN

 

4.1 Kesimpulan

  Paparan di atas memberikan beberapa simpulan yang penting diperhatikan yaitu pentingnya sertifikasi dalam perkembangan karir khususnya dibidang IT, karena pada dasarnya semua aspek di era sekarang tidak dapat lepas dari pemanfaatan teknologi informasi. Tidak terkecuali aspek bisnis pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sekarang sudah mendarah daging. Selain itu kebutuhan sertifikasi yang di akui sercara internasional untuk pertumbuhan karir yang optimal juga harus di perhatikan oleh mahasiswa sekarang           
Selain itu perusahaan sering mengalami kesulitan dalam melakukan penerimaan pegawai baru yang terkait dengan bidang teknologi informasi ini. Berdasarkan pengalaman seperti ini, akhirnya lingkungan bisnis atau industri memilih untuk menggunakan sertifikasi profesional sebagai alat ukur untuk menerima pegawainya.
Standar kompetensi dibutuhkan untuk memudahkan perusahaan atau institusi untuk menilai kemampuan (skill) calon pegawai atau pegawainya.

4.2 Saran

Beberapa saran yang diajukan, diantaranya :

1.      Perlu adanya seminar-seminar atau penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya skill tambahan dan sertifikasi dalam mengembangkan karir khusunya dalam bidang IT

2.      Memberdayakan dan mengoptimalkan SDM yang ada khususnya di bidang IT

3.      Karena biaya sertifikasi khususnya di bidang IT cukup mahal, oleh karena itu dengan adanya pemberian harga khusus ataupun beasiswa kepada mahasiswa atau karyawan yg berprestasi dalam bidangnya, itu akan membantu dalam meningkatkan SDM di Indonesia dengan adnya sertifikasi di bidang IT

4.      Adanya inisiatif untuk membuat standar sertifikasi.

DAFTAR PUSTAKA

 

McLeod Jr, R. (2001). Management Information System, 8th edition. Prentice Hall International Inc,         New Jersey.

O’Brien, J.A. (2002). Introduction To Information System: Essential For The E-Business Enterprise,        11th edition. McGraw Hill, New York.

Turban, Efraim and Aronson, Jay E. (2001). Decision Support Systems And Intelligent Systems, 6th           edition.. Prentice Hall, Inc, New Jersey.

http://indocommit.com/indexpage.html?menu=29&idnews=4044&kid=2

http://maringeblog.files.wordpress.com/2008/02/ddti-1.ppt

http://www.netcampus.asia/sertifikasi.html

http://wisnums.wordpress.com/2009/03/15/jenis-pekerjaan-di-bidang-it/

source: tatamamutz.blog.binusian.org/files/2009/06/paper-totolan-uas.doc

  1. September 1, 2012 pukul 6:35 am

    This site certainly has all of the information and facts
    I wanted concerning this subject and didn’t know who to ask.

  2. Jim
    September 1, 2012 pukul 8:56 am

    Hiya! Quick question that’s totally off topic. Do you know how to make your site mobile friendly? My site looks weird when viewing from my apple iphone. I’m trying to find a template or plugin that might be able to
    resolve this issue. If you have any suggestions,
    please share. Cheers!

  3. September 8, 2012 pukul 10:50 pm

    One other issue is when you are in a circumstances where
    you would not have a cosigner then you may really need to try to make use of all of your federal funding options.
    You could find many funds and other free college funding that will ensure that you get money to aid with college
    expenses. Many thanks for the post.

  4. September 12, 2012 pukul 9:40 am

    I acquired more something totally new on this fat loss issue.
    One issue is a good nutrition is especially vital while dieting.
    A tremendous reduction in bad foods, sugary food, fried foods, sugary foods,
    red meat, and bright flour products could possibly be necessary.
    Having wastes harmful bacteria, and toxic compounds
    may prevent goals for fat-loss. While specified drugs quickly solve the issue, the unpleasant side effects are not worth it, and so
    they never provide more than a short lived solution. It is just a known indisputable fact that 95% of fad diets fail. Many thanks for sharing your ideas on this web site.

  5. September 12, 2012 pukul 1:15 pm

    Thanks for discussing your ideas. One thing is that learners have a solution between government student loan plus a private student loan where its
    easier to select student loan debt consolidation than in the federal
    education loan.

  6. September 16, 2012 pukul 12:16 am

    Its like you read my mind! You appear to know so
    much about this, like you wrote the book in it or something.

    I think that you can do with some pics to drive the message home a bit,
    but other than that, this is great blog. A great read.
    I’ll certainly be back.

  7. September 16, 2012 pukul 9:37 am

    whoah this blog is wonderful i love reading your posts.
    Keep up the great work! You know, lots of people are hunting around for this info, you could
    help them greatly.

  8. September 19, 2012 pukul 1:40 am

    Thanks for your handy post. In recent times, I have come to understand that the actual symptoms of mesothelioma cancer are caused by
    this build up connected fluid between your lining of the lung and
    the torso cavity. The illness may start from the chest vicinity and distribute to other
    limbs. Other symptoms of pleural mesothelioma include losing weight, severe deep breathing trouble,
    nausea, difficulty swallowing, and bloating of the neck and
    face areas. It ought to be noted some people with the disease do not
    experience almost any serious signs at all.

  9. September 25, 2012 pukul 1:45 am

    Thanks for the tips on credit repair on this excellent blog.
    What I would tell people is usually to give up the mentality that
    they can buy at this point and fork out later. As a society most of us tend to do that for many things.
    This includes holidays, furniture, plus items we really want to have.
    However, you should separate one’s wants from the needs. While you’re working to raise your credit ranking score make some
    trade-offs. For example you possibly can shop online to save cash or
    you can look at second hand retailers instead of high priced department stores
    for clothing.

  10. lawyer
    September 26, 2012 pukul 3:02 am

    Thanks for your posting. What I want to comment on is that when searching for a good online
    electronics store, look for a web-site with full information on important factors such as the personal privacy statement, protection details, payment options,
    as well as other terms as well as policies. Constantly take time to browse
    the help in addition to FAQ areas to get a greater idea of
    the way the shop is effective, what they are able to do for you,
    and ways in which you can use the features.

  11. September 27, 2012 pukul 9:37 am

    I have learn several excellent stuff here. Certainly worth bookmarking for revisiting.
    I surprise how a lot attempt you place to make any such wonderful informative
    web site.

  12. Oktober 1, 2012 pukul 11:47 pm

    Hey there! Someone in my Myspace group shared this
    site with us so I came to look it over. I’m definitely enjoying the information. I’m bookmarking and will be tweeting this to my
    followers! Wonderful blog and outstanding style and design.

    • ahmad fajar sidik
      Maret 5, 2013 pukul 2:32 pm

      Thank’s for reading

  13. Oktober 2, 2012 pukul 2:20 pm

    I like the valuable information you provide in your articles.
    I’ll bookmark your weblog and check again here regularly.
    I’m quite sure I’ll learn plenty of new stuff right here! Good luck for the next!

  14. Oktober 3, 2012 pukul 8:03 am

    I am so happy to read this. This is the type of manual that needs to be
    given and not the accidental misinformation that’s at the other blogs. Appreciate your sharing this greatest doc.

  15. Oktober 3, 2012 pukul 8:31 am

    Hello there, You’ve done an excellent job. I will definitely digg it and in my view recommend to my friends. I am confident they will be benefited from this site.

  16. Oktober 4, 2012 pukul 4:07 am

    F*ckin’ tremendous things here. I am very glad to see your post.

    Thanks a lot and i am looking forward to contact you.

    Will you please drop me a e-mail?

  17. Oktober 4, 2012 pukul 8:00 am

    Wonderful site. A lot of useful info here. I’m sending
    it to a few buddies ans also sharing in delicious. And of course, thank you for your effort!

  18. Oktober 6, 2012 pukul 1:53 am

    Undeniably consider that which you stated. Your favorite reason
    seemed to be at the internet the easiest
    thing to be aware of. I say to you, I definitely get irked
    whilst folks consider concerns that they plainly don’t know about. You managed to hit the nail upon the top and also defined out the entire thing without having side effect , folks can take a signal. Will likely be again to get more. Thanks

  19. Oktober 9, 2012 pukul 1:58 pm

    Howdy! Do you use Twitter? I’d like to follow you if that would be okay. I’m undoubtedly
    enjoying your blog and look forward to new posts.

  20. Oktober 12, 2012 pukul 7:50 pm

    Hi, i read your blog occasionally and i own a similar one and i was just curious if you get
    a lot of spam feedback? If so how do you protect against it, any plugin or anything you can recommend?
    I get so much lately it’s driving me mad so any assistance is very much appreciated.

  21. Februari 6, 2013 pukul 12:07 pm

    It’s appropriate time to make some plans for the future and it is time to be happy. I’ve read this
    post and if I could I want to suggest you few interesting things or tips.

    Maybe you could write next articles referring to this article.

    I desire to read more things about it!

    • ahmad fajar sidik
      Maret 5, 2013 pukul 2:31 pm

      Thank’s

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: