Pekerjaan Perokok

Oktober 29, 2013

s

Karyawan yang suka merokok sebentar di kantor ternyata menghabiskan waktu seminggu penuh dalam setahun untuk memuaskan kebiasaan mematikan tersebut.

Menurut studi yang dilakukan Voucher Codes Pro di Inggris, jika rata-rata seorang perokok menghabiskan waktu 45 menit per hari untuk istirahat merokok ketika dia bekerja, maka dia akan menghabiskan empat jam per minggu dan mencapai seminggu penuh dalam setahun.

Dengan kata lain, karyawan perokok lebih tidak produktif hingga seminggu penuh, jika dibandingkan dengan non perokok.

Kurang dari 20 persen responden yang merupakan perokok tidak mengakui bahwa mereka kurang produktif jika dibandingkan dengan non perokok.

Sebanyak 46 persen responden mengatakan bahwa merokok membantu melepas stress dan menjadi kesempatan bersosialisasi dengan rekan kerja.

George Charles, marketing director Voucher Codes Pro, mengatakan bahwa pengusaha sebaiknya berpikir dua kali sebelum memperkerjakan perokok, karena survei membuktikan bahwa perokok bekerja seminggu lebih sedikit dibandingkan non perokok.

“Isu mempekerjakan perokok adalah isu yang kontroversial, namun perlu diperhatikan mengingat temuan kami,” ujar Charles.

Charles mengatakan meski banyak pengusaha memahami alasan perokok namun mereka mengaku pilih-pilih dalam memperkerjakan orang yang menghabiskan waktu 170 jam setahun hanya untuk memuaskan kebiasaan buruk yang bisa mengganggu orang lain tersebut.

Di luar waktu yang terbuang akibat merokok, para karyawan perokok juga mengatakan bahwa mereka cenderung izin sakit selama lima hari per tahun akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok.

“Hanya para pengusaha yang bisa menentukan dampak dari kebiasaan merokok karyawannya terhadap usaha mereka,” ujar Charles. (bn)

Ref Link :  http://ht.ly/qeijk

  1. ahmad fajar sidik
    Oktober 29, 2013 pukul 6:08 am

    Apa komentar yang ada…pasti hampir banyak yang merasakan dan melakukan hal ini..tapi untuk lebih baik dan sebaiknya seperti apa…sendirilah yang tahu dan memutuskan hal ini..thank’s all

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: