Arsip

Archive for the ‘Renungan Ilmu’ Category

Ingin Nulis Status (java indo language)

Materi Itu penting, tapi mumet kalau setiap di perbincangkan itu dan itu saat bertemu…ternyata ada yang lebih indah dari itu yaitu: membungkus kebahagiaan bukanlah hanya materi semata tapi dengan yang lain, dan saya merasakannya itu lebih dari sekedar mengeluarkan uang untuk acuan tapi masih dapat merasakan bahagia itu disetiap saat untuk bersyukur kepadamu, engkau telah memberikan hakikat bahagia dan memicu senyuman-senyuman di saat tawa atau hanya dalam hati tersembunyi dan terkadang tak tampak dan terkadang tidak disangka atau tampak tidak sesuai dengan yang orang lain lihat tentang saya, karena kebahagiaan itu ada di dalam diri ini bukan di luar sana. dan saya merasakannya begitu besar. Amin Ya Allah

Be, myself

Iklan

Bagaimana Memulai Menulis

Desember 31, 2011 Komentar dimatikan
Menulis memang sesuatu yang tidak semua orang mau melakukannya. Bagi orang yang belum terbiasa, menulis dianggap sebagai sesuatu yang berat, sulit dan membosankan. Namun yakinlah, jika Anda sudah terbiasa, menulis adalah sesuatu yang mengasyikkan. Lalu bagaimana memulai membuat tulisan? Apakah harus belajar dulu tentang cara menulis? Atau kursus menulis? Berbagai pertanyaan muncul ketika kita hendak memulai menulis. Berikut ini beberaa tips bagaimana memulai menulis sebuah tulisan/artikel:
1. Menulis dengan membabi buta. Salah satu cara agar kita berani untuk memulai membuat tulisan adalah dengan cara “menulis secara membabi buta”. Membabi buta disini tidak berarti kita menulis ngawur, hanya merangkai huruf tanpa makna. Bukan! Tapi maksudnya adalah menuliskan segala apa yang ada dikepala, saat Anda ingin membuat tulisan. Jangan menghiraukan disiplin tata bahasa yang rumit. Yang penting curahkan semua uneg-uneg Anda. Jangan mengedit tulisan sebelum Anda menyelesaikan tulisan tersebut.
2. Mulailah dengan menuliskan pengalaman dan pendapat pribadi. Ketika kita belum terbiasa menulis, pasti akan kesulitan membuat tulisan yang formal dan menyertakan berbagai kutipan sebagai referensi. Jangan memaksakan diri menulis dengan banyak referensi. Mulai saja dengan pengalaman dan pendapat pribadi. Dengan begitu, kita akan bebas mengungkapkan segala uneg-uneg kita. Pengalaman yang kita alami, bisa jadi inspirasi yang menarik. Dan kita tidak akan kesulitan menuliskannya. Karena kita sudah mengalaminya sendiri. Setelah terbiasa menulis, baru menulis dengan menyertakan referensi. Untuk memantapkan pendapat yang kita kemukakan.
3. Buat kalimat pembuka yang sederhana. Seorang penulis cenderung ingin memulai tulisannya dengan kata-kata yang memikat dan bombastis. Agar para pembaca tertarik untuk melanjutkan membaca artikelnya. Namun bagi penulis pemula, hal ini justru akan menghambat produktifitas dalam menulis. Terlalu memikirkan kata-kata yang menarik sebagai kalimat pembuka, akhirnya ide-ide yang ada dalam kepala lenyap begitu saja, sebelum sempat dituliskan. Buat kalimat pembuka yang sederhana saja. Yang penting ide dalam kepala kita bisa tercurahkan dalam tulisan.
Itulah beberapa tips untuk memulai sebuah tulisan. Jadi, tunggun apa lagi? Ayo segera menulis!
Kategori:Renungan Ilmu

Mulailah Menulis

Desember 30, 2011 Komentar dimatikan
Bagi seorang blogger pemula, kesulitan dalam menulis tentu menjadi kendala utama. Karena belum terbiasa, menulis seakan menjadi pekerjaan berat. Jika Anda mengalami masalah seperti ini, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memulai untuk menulis!. Lalu apa yang ditulis? Bagaimana sistematika penulisan? Topik apa yang sebaiknya saya tulis? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menghantui Anda.
Bagi penulis pemula, berbagai pertanyaan tersebut justru malah menghambat niat Anda untuk menulis. Yang harus Anda lakukan adalah menghilangkan segala pertanyaan-pertanyaan tersebut dari benak Anda. Cobalah untuk rileks, dan menulislah sekehendak hati Anda. Mulailah dengan topik yang menjadi kegemaran atau keahlian Anda. Pengalaman pribadi juga bisa menjadi inspirasi dalam menulis. Jangan terpaku pada sistematika penulisan yang rumit. Jika Anda merasa bahwa menulis dengan bahasa resmi itu sulit, maka menulislah dengan bahasa sehari-hari. Yang terpenting Anda dapat mengeluarkan ide, gagasan ataupun ilmu pengetahuan yang ada di otak Anda, menjadi sebuah tulisan.
Lakukan latihan menulis secara teratur. Jangan takut salah. Kalaupun salah, Anda tidak akan dipenjara!. Tanamkan itu dalam benak Anda. Semakin sering menulis, maka kemampuan Anda pun akan semakin meningkat. Seberapa pun Anda belajar tentang cara menulis yang baik, namun jika Anda tidak sering berlatih menulis, tetap saja Anda tidak bisa menulis. Sekali lagi saya tegaskan, menulislah! Dan terus menulis! Hanya dengan cara itu Anda bisa menjadi seorang penulis yang handal!.
Kategori:Renungan Ilmu

Kenapa Konsentrasi Itu Penting?

Januari 19, 2011 Komentar dimatikan

Kalau dijawab dengan menggunakan teori dan praktek yang sudah umum,
mungkin penjelasan yang bisa diterima adalah antara lain:

1. Kecepatan

Kemampuan kita dalam berkonsentarsi akan mempengaruhi kecepatan dalam menangkap materi
yang kita butuhkan. Seorang pelajar / mahasiswa yang punya kemampuan bagus dalam berkonsentrasi
akan lebih cepat bisa menangkap materi yang seharusnya ia serap. Seorang karyawan yang bisa
berkonsentrasi, ia akan cepat menangkap (menguasai) berbagai jenis keahlian yang ia butuhkan.
Seorang olahragawan yang bisa berkonsentrasi dengan bagus akan lebih cepat dalam menguasi
tehnik-tehnik dan jurus-jurus yang ia butuhkan untuk menjadi bintang.
Saking pentingnya konsentrasi ini, Kurt Vonnegut pernah menulis begini: “The secret to success in any human endeavor is total concentration”.

2. Kekuatan

Konsentrasi, adalah sumber kekuatan. Apa hubungannya antara konsentrasi dengan kekuatan?
Satu dari sekian penjelasan yang bisa menggambarkannya itu adalah cara kerja pikiran. Konon,
pikiran kita akan bekerja berdasarkan “ingat” dan “lupa”. Pikiran kita tidak bisa bekerja untuk lupa
dan untuk ingat dalam satu waktu. Lupa dan ingat akan dilakukan secara bergantian dalam tingkat
kecepatan yang sangat maha super. Kalau anda ingat kebaikan orang, saat itu juga kita melupakan
kejelekannya. Sebaliknya, kalau kita mengingat kejelekannya, maka saat itu juga kita melupakan
kebaikannya. Teori Neouroscience-nya mengatakan bahwa otak manusia ini berubah sesuai dengan
penggunaan. Kemana kita mengarahkan konsentrasi akan diikuti dengan perubahan struktur fisik otak
itu (Neuroscience, Funderstanding, 1998-2001)

Kaitannya dengan katahanan seseorang terletak pada porsi dan frekuensinya. Kalau pikiran ini
lebih sering kita gunakan untuk mengingat atau melihat hal-hal positif dari diri kita, dari keadaan
dan dari orang lain di sekitar kita, maka kesimpulan yang tercetak di dalam diri kita adalah kesimpulan
positif. Kalau sudah kesimpulan ini yang terbentuk, maka energi yang muncul adalah energi positif.
Kekuatan dalam menghadapi kerasnya kenyataan hidup ini terkait dengan energi positif. Berdasarkan
pengalamannya, Bruce Lee menyimpulkan bahwa seorang jagoan itu sebenarnya adalah manusia biasa.
Bedanya adalah kemampuannya dalam menggunakan konsentrasi seperti sinar laser.
Contoh yang dekat itu misalnya kita gagal, entah itu gagal masuk UMPTN atau gagal masuk kerja.
Jika yang kita ingat dan yang kita lihat adalah sisi-sisi yang mengecewakan dari kegagalan itu dan
dari keadaan itu, maka sekuat apapun fisik kita pasti akan terasa berat untuk melangkah ke opsi lain.
Akan beda rasanya ketika kita masih bisa melihat opsi dan alternatif lain atau bisa mengingat-ingat
tujuan hidup kita dalam potret yang lebih besar (perspektif jangka panjang).

Meski kegagalan itu tetaplah kegagalan, tetapi energi yang keluar dari diri kita berbeda. Yang satu
menambah kekuatan dan yang satunya malah mengurangi kekuatan. Untuk bisa mengingat yang positif,
untuk bisa cepat melupakan hal yang negatif, dan untuk bisa melihat yang positif, tentu ini
terkait dengan kemampuan berkonsentrasi. Mahatma Gandhi menggunakan teknik
“ingat” dan “lupa” untuk memperkuat perjuangannya. Ketika dirinya hampir mau putus asa
menghadapi penjajahan, Gandhi kemudian memprogram pikirannya untuk ingat bahwa perjuangan
menegakkan kebenaran itu selalu akan berakhir menang meski kelihatannya kalah di babak awal.

Dengan kata lain, ketahanan seseorang itu tidak semata-mata terkait dengan kekuatan fisiknya.
Bukti-bukti yang ada lebih sering menunjukkan bahwa ketahanan itu terkait dengan kemana seseorang
memfokuskan konsentrasinya. Konsentrasi, karena itu disebut sumber kekuatan. Kalau anda melihat
kesulitan sebagai sebagai kesulitan, ini rasanya seperti bara api. Tapi kalau kita melihat kesulitan
sebagai rangkaian yang terpisahkan dari tujuan yang kita inginkan, ini rasa-batinnya akan beda.
Kesulitan di sini kita anggap sebagai tantangan (challenge), bukan sebagai tekanan (pressure and
tense).

3. Keseimbangan

Semakin bagus kemampuan Anda dalam berkonsentrasi, maka semakin cepat Anda bisa
menangkap signal dari dalam diri tentang apa yang kurang, apa yang kebablasan, apa yang
perlu dilakukan atau apa yang perlu dihindari, apa yang baik dan apa yang tidak baik. Dengan
ini semua maka hidup kita cepat seimbang atau stabil. Sopir yang punya kemampuan berkonsentrasi
bagus akan tajam sensitivitasnya. Kalau membaca penjelasan para ahli seputar Kecerdasan Multiple
(Multiple Intelligence), konsentrasi ini terkait dengan apa yang mereka sebut dengan istilah
Intra-personal intelligence, yaitu: kemampuan seseorang untuk bisa “connect” dengan dirinya
(Seven Ways of Knowing: Teaching for Multiple Intelligences, David Lazear. 1991)

Temuan di bidang olahraga (Calming The Mind So The Body Can Perform, Robert M. Nideffer,
Ph.D., 1995) mengungkap bahwa seorang atlet yang “being in zone” memiliki kualitas antara lain:
Punya perasaan dapat mengontrol dirinya secara penuh dan punya kepercayaan diri lebih kuat
Bisa memperkirakan apa yang akan terjadi dalam pertandingan sebelum benar-benar terjadi
Waktu berjalan secara normal
Objek tampak lebih luas dan tampak lebih gamblang (pandangan yang cerah)
Bisa beraksi dengan usaha yang tidak terlalu memeras keringat (semua berjalan secara “flow”)
Munculnya rasa senang / riang
Bisa menampilkan kualitas permainan yang melebih harapan

Jadi, konsentrasi adalah penggunaan yang proporsional terhadap pikiran untuk bisa fokus pada sasaran
yang kita inginkan. Ini berarti konsentrasi itu adalah jalan-tengah (the proper way) di antara dua sisi
yang ekstrim, yaitu: distraksi dan “tensi” (tension). Kalau kita tegang, biasanya bukan konsentrasi yang
muncul, tetapi adalah over-concentration (pandangan sempit). Sebaliknya, bila kita terkena distraksi:
sesuatu yang tidak penting, tidak mendesak dan tidak prioritas untuk kita pikirkan, maka ini adalah
under-concentration (ngelantur).

Sebab-sebab

Apa yang menyebabkan seseorang sulit berkonsentrasi? Wah, sebab-sebabnya tentu banyak.
Ini terkait dengan lapisan yang menyusun diri kita. Ada lapisan raga dan ada lapisan jiwa.
Jika raga kita bermasalah, katakanlah sakit gigi, ini juga bisa mengganggu konsentrasi.
Begitu juga kalau kita lapar atau belum ngopi bagi yang sudah kecanduan. Namun begitu,
jika masalah ini sudah berlanjut (akut), umumnya ini terkait dengan soal jiwa (batin).
Inipun terkadang sulit dimutlakkan dengan satu penjelasan. Karena itu, di bawah ini saya
mencoba merangkum beberapa penjelasan yang mudah-mudahan relevan dengan apa yang anda rasakan:

1. Gangguan keseimbangan emosional

Berbagai studi telah mengungkap bahwa stress, distress, depresi dan lain-lain bisa merusak
memori (impaired memory) dan konsentrasi (inability to concentrate). Kalau kita kembalikan
ke awal (akar), munculnya berbagai gangguan mental itu terkait dengan persoalan pola
hidup sehat (positif). Ini sepertinya sudah semacam “hukum alam”. Semakin banyak pikiran negatif,
sikap negatif, atau tindakan negatif yang kita biarkan, ya semakin rentan kita terhadap berbagai
gangguan itu. Apa ada orang yang selalu positif? Tentu tidak ada. Yang membedakan adalah kemampuan
“membersihkan” diri. Konon, 60-75 % penyakit fisik itu terkait dengan soal pikiran yang tidak sehat.

2. Kekosongan emosi

Mahasiswa / pelajar yang sudah tidak memiliki alasan kuat kenapa melanjutkan sekolah,
apa targetnya, apa tujuan besarnya, apa program-program pribadinya untuk mencapai target itu,
akan cenderung mudah merasa kosong batinnya, hambar hidupnya, atau kecil kepeduliaannya terhadap
statusnya sebagai pelajar. Kalau sudah begini, konsentrasi belajar pun rendah. Peduli akan memunculkan
kemauan yang keras. Kemauanlah yang membuat hidup kita dinamis, selalu terisi dari waktu ke waktu.

Begitu juga dengan pasangan rumah tangga yang sudah tidak jelas lagi alasan-alasannya, arahnya,
program-programnya. Kekosongan batin ini kerap mereduksi konsentrasi dalam membangun keluarga
(to develop). Kalau konsentrasi terus menurun, ya tentunya banyak penyimpangan yang muncul.
Ini bisa dari yang masih berstadium rendah sampai ke yang berstadium tinggi, misalnya saja perceraian
atau kehampaan rasa ber-rumah-tangga.

3. Manajemen pikiran

Konon, pikiran kita itu memproduksi 60.000 –an percikan pemikiran (thought) dalam setiap harinya.
Jumlah yang sebanyak itu tentu ada yang melawan dan ada yang mendukung. Nah, supaya bisa mendukung,
maka dibutuhkan manajemen. Salah satu unsur manajemen yang paling mendasar di sini adalah kemampuan
menangkap (catching). Menangkap di sini maksudnya kita mengetahui apa yang dikerjakan oleh pikiran kita.
Kita menyadari apa yang sedang dipikirkan oleh pikiran kita.

Kalau kita sedang mendengarkan ceramah dosen lalu pikiran kita ngelantur kemana-mana dan kita pun tidak
menyadarinya, ya pasti saja ngelanturnya kebablasan. Tapi jika kita cepat mengetahui dan menyadari,
ya kita akan cepat bisa mengalihkannya. Artinya, konsentrasi kita bisa rusak lantaran kita tidak cepat
mengetahui dan menyadari apa yang sedang dipikirkan oleh pikiran kita.

Bagaimana Mengasah Ketajaman Konsentrasi?

Seperti yang sudah kita bahas, bahwa penyebab menurunnya konsentrasi itu seabrek. Namun begitu,
jika kita merasa apa yang sudah kita bahas itu relevan dengan masalah yang kita hadapi,
mungkin kita bisa melakukan latihan (drill) di bawah ini:
1. Perjelas target Anda

Target di sini banyak kegunaannya. Selain akan menjadi bimbingan, ia pun bisa mendinamiskan hidup.
Dikatakan bimbingan karena kita tidak bisa menyuruhkan pikiran ini berkonsentrasi kalau tidak ada
sasarannya. Target adalah sasaran untuk dipikirkan oleh pikiran kita. Pikiran yang kita gunakan untuk
memikirkan sasaran demi sasaran akan membuat hidup dinamis. Orang yang hidupnya dinamis dengan
target-target yang dimiliki akan jauh dari gangguan dan kekosongan emosi. Jadi, beri tugas pada pikiran
untuk memikirkan sasaran, program atau target yang Anda buat.

2. Lakukan dan libatkan

Tentu tidak cukup dengan hanya membuat program atau target di atas kertas. Agar target itu benar-benar
bermanfaat dalam membimbing dan mendinamiskan, ya dibutuhkan disiplin diri dalam menjalankannya.
Lakukan sesuatu yang dapat mendekatkan anda dengan target yang Anda buat. Selain melakukan sesuatu,
hal yang terpenting di sini adalah melibatkan diri pada lingkungan yang pas dengan kita (environment system).

Temukan orang lain yang kira-kira bisa membuat Anda selalu “connect” dengan program atau target Anda.
Temukan lingkungan yang sejiwa dengan Anda. Kalau Anda punya target ingin jago di IT, misalnya,
tetapi Anda tidak mengenal orang IT, tidak masuk komunitas IT, jauh dari masyarakat IT,
ya tentu saja konsentrasi Anda kurang mendapat dukungan. Pedagang ber-komunitas dengan pedagang.
Olahragawan atau seniman ber-komunitas dengan orang-orang yang sejiwa dengan mereka.
Anda pun perlu mencontoh begitu.

3. Sering-sering berkomunikasi dengan diri sendiri

Ini misalnya menyepi (bukan menyendiri). Menyepi di sini maksudnya Anda memberi ruang dan
kesempatan untuk diri sendiri supaya berbicara dengan diri sendiri, self-dialog, self-talk, meditasi,
evaluasi, koreksi, refleksi, dan lain-lain. Ini berarti kita tidak perlu ke gunung untuk menyepi.
Menyepi dalam pengertian yang luas bisa kita lakukan di tengah keramaian, misalnya di kampus,
di kendaraan umum, di perpustakaan, dan lain-lain.
Yang penting esensinya di sini adalah kita “ingat” pada diri kita, memikirkan diri kita, memikirkan target kita,
memikiran apa yang sudah kita lakukan. Banyak orang yang hampir tidak pernah
memikirkan dirinya dalam arti yang positif. Dari pagi sampai malam yang dipikirin orang lain,
ingat orang lain, ngobrol ke sana ke mari tentang orang lain, dan seterusnya.
Mestinya yang bagus adalah seimbang.

4. Ciptakan sarana (mean)

Ini bisa dilakukan dengan membuat tulisan, catatan, gambar atau apa saja yang memudahkan kita mengingat dan melihat target, program atau bidang-bidang yang penting menurut kita. Ini bisa kita taruh di buku, di meja, di HP, di komputer, dan lain-lain. Artinya, ciptakan sarana yang membuat pikiran ini mudah melihat dan mengingat. Temukan acara teve atau radio yang mendukung agenda. Baca buku atau koran atau majalah yang mendukung. Temui orang yang bisa diajak ngobrol tentang apa yang kita pikirkan.

5. Tingkatkan kepedulian

Peduli terhadap diri sendiri berbeda pengertiannya dengan mementingkan diri sendiri. Peduli di sini artinya kita berperan seoptimal mungkin berdasarkan status kita. Pelajar yang peduli adalah pelajar yang berusaha berperan seoptimal mungkin sebagai pelajar: ya belajar, ya berorganisasi, ya demo secara positif, ya bergaul, ya mau menghormati guru / dosen, ya macam-macam. Karyawan yang peduli adalah karyawan yang berperan seoptimal mungkin berdasarkan status dirinya sebagai karyawan: ya belajar, ya bisa menerima bimbingan, ya bekerja keras, ya belajar bekerja cerdas, ya tidak ngambek-kan, ya macam-macam.

Kenapa peduli ini penting? Alasannya, ketika kita menolak peranan yang seharusnya kita lakukan berdasarkan status kita, maka yang muncul adalah konflik di batin, stress, depresi, distress, dan lain-lain. Ini biasanya diikuti oleh rombongannya, katakanlah seperti: keinginan yang tidak realistis dan akurat, pikiran yang tidak jelas fokus
dan sasarannya, hasil yang tidak pasti, munculnya pikiran-pikiran negatif terhadap diri sendiri, terhadap orang lain dan terhadap keadaan.
Meski kita sering mengasosiasikan konsentrasi itu dengan cara kerja pikiran, tetapi kalau perasaan kita terluka atau terganggu, akibatnya pikiran juga terganggu. Banyak hal yang tidak bisa kita pikirkan dan tidak bisa kita lakukan dengan bagus karena kita sedang menyimpan perasaan yang tidak bagus. Benar nggak begitu? Semoga ini bermanfaat.

Adab menuntut ilmu

Desember 9, 2010 Komentar dimatikan

ADAB MENUNTUT ILMU

1. Niat yang Ikhlas
2. Mensucikan Lahir dan Batin dari Kotoran-Kotoran
3. Melapangkan  Hati, menghalau  Rintangan, dan Meninggalkan  Kesenangan demi Memperoleh Ilmu
4. Memakan Makanan yang Halal, Wira’i dan Langgeng dalam berzikir
5. Sedikit Makan, Minum, Tidur, dan Berbicara
6. Menghindari pergaulan  buruk dan Memilih teman yang baik.
7. Memilih Ilmu dan Guru
8. Menjaga Sopan Santun kepada Guru dan Menjadikannya Tauladan
9. Menjaga Sopan Santun Terhadap Kitab

Semangat seorang penuntut Ilmu
1.       Memurnikan niat hanya kepada Allah
2.       Mengetahui urgensitas dan keutamaan ilmu, serta posisi leluhur para penuntut ilmu  di sisi Allah
3.       Membaca kisah perjalanan hidup orang-orang shaleh saat menuntut ilmu
4.       Belajar bersama
5.       Menghadiri majlis taklim dan menuntut ilmu dari ulama
6.       Meminta nasehat dari orang alim dan orang shaleh
7.       Carikan solusi segala kekurangan , sebelum ia mencemarkan  nama baik anda
8.       Merasa yakin bahwa dakwa tanpa ilmu hanya akan menimbulkan bencana bagi dakwah dan para da’i

BAHAYA DALAM MENCARI ILMU
1.       Menuntut ilmu tidak ikhlas karena Allah
2.       Mendustakan  Ilmu
3.       Berbicara tentang Allah tanpa dilandasi Ilmu
4.       Hilangnya ketakwaan kepada Allah dalam Ilmu
5.       Sombong dan Ujub
6.       Perselisihan, perdebatan dan pertikaian
7.       Lupa
8.       Menuruti hawa nafsu dengan Fanatik
9.       Tergesa-gesa dalam berfatwa

Kategori:Renungan Ilmu

Kebugaran Otak

Desember 2, 2010 Komentar dimatikan

Seiring bertambahnya usia, kemampuan otak dan daya ingat manusia bisa menurun. Sebagai ikhtiar manusiawi bisa dilakukan dengan beberapa langkah sederhana untuk memperpanjang usia kebugaran otak :

Tidur cukup
Untuk menjaga kesehatan otak dibutuhkan istirahat yang cukup. Saat kita cukup beristirahat, otak mengumpulkan berbagai informasi yang masuk dan menyusunnya dengan benar. Sebaliknya, kurang tidur bisa mengganggu performa dan suasana hati. Dan ternyata tidak hanya dibutuhkan tidur malam namun juga tidur siang. Para ilmuwan telah menemukan bahwa otak sebetulnya merasa lelah di siang hari akibat akumulasi informasi yang sampai kepadanya, sehingga kinerjanya menjadi kurang efisien dan dengan demikian memerlukan rehat sejenak. Rehat ini bagi otak merupakan penyusunan kembali informasi dan pengorganisasian gelombang-gelombang sel serta memantapkan informasi yang diperoleh di siang hari.

[daya-ingat]

daya-ingat
Oleh karena itu para ilmuwan menegaskan pentingnya tidur malam hari atau tidur sebentar siang hari dan bahwa pemberian kesempatan untuk rehat kepada otak ini dapat memperkuat memori. Mereka menemukan bahwa orang yang biasa tidur sebentar di siang hari, kinerja ilmiahnya lebih baik, dan kemampuan daya ingatnya lebih baik dan lebih cepat menhadirkan ingatan terhadap sesuatu.

Mengkonsumsi apel setiap hari
selain rasanya yang khas dan menyegarkan, Apel mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan kadar asetilkolina di otak. Selain itu, apel juga mengandung kuersetin, atau sejenis flavonoid yang berfungsi melindungi sel otak dari radikal bebas.

Mengkonsumsi makanan mengandung omega-3
Omega-3 banyak terdapat pada ikan salmon, tuna, dan tongkol, bahkan dalam belut pun juga terkandung omega 3 yang culup tinggi. Asam lemak ini bermanfaat untuk meningkatkan komunikasi antar sel saraf. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa omega-3 dapat melindungi sel otak dari risiko Alzheimer.

Rajin berolahraga
Olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga otak. Ketika berolahraga, otak menghasilkan BDNF (brain-derived neurotrophic factor), sejenis protein yang berfungsi menguatkan neuron. Otak yang mengandung banyak BDNF mampu menampung informasi lebih banyak. Untuk meningkatkan kadar BDNF, latukan latihan aerobik secara rutin. Penelitian lain menyatakan berjalan kaki memberi manfaat yang sama. Apalagi pilihan olahraga beladiri yang didalamnya terkumpul bermacam gerakan yang dapat melatih otot.
Penelitian terbaru menemukan bahwa olahraga yang ditujukan untuk pembentukan otot, dapat meningkatkan kadar senyawa kimia yang mempengaruhi pertumbuhan neuron.

Tidak terelakkan, memasuki usia 50 tahun banyak fungsi organ tubuh, termasuk otak, akan menurun. Namun, jangan khawatir, beranjak tua tidak berarti harus menjadi kakek atau nenek pikun. Dengan gaya hidup sehat, risiko kepikunan bisa dihalau.

Pikun adalah gangguan fungsi-fungsi memori (daya ingat), berbahasa, berpikir, dan berperilaku. Sebagian besar disebabkan oleh penyakit alzheimer. Tanda-tanda demensia alzheimer, antara lain, lupa akan kejadian yang baru dialami, kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari, kesulitan dalam berbahasa, disorientasi waktu dan tempat, serta tidak mampu membuat keputusan.

Untuk menjaga agar daya ingat tidak turun, para ilmuwan dari Inggris dan Finlandia menemukan bahwa tetap aktif sampai usia lanjut sangatlah penting. Berdasarkan penelitian mereka, diketahui bahwa orang-orang yang lebih lama menempuh pendidikan lebih mampu mengimbangi efek demensia pada otak.

Selama satu dekade terakhir studi mengenai demensia atau kepikunan secara konsisten menunjukkan, lebih lama kita menuntut ilmu, makin rendah risiko terkena demensia. Dalam studi terkini terhadap 872 orang yang mengikuti studi jangka panjang mengenai penuaan membuktikan hal tersebut.

Akan tetapi, memang belum jelas benar mengapa orang-orang “berpendidikan” itu lebih sedikit yang terkena pikun di masa tuanya. Apakah karena mereka lebih pandai mengatur gejala-gejalanya atau ada alasan lain?

Selain faktor pendidikan, para pakar selama ini menyarankan agar setiap orang yang beranjak lansia tetap aktif dan tidak menarik diri dari pergaulan. Bersosialisasi, membaca buku, dan belajar bahasa merupakan cara yang akan mengoptimalkan agar otak tak mudah pikun.

Sekilas renungan,

Bagi mereka yang beriman kepada Allah SWT, mereka menyakini apapun yang terjadi pada alam termasuk pada diri manusia takkan lepas dari izin dan kuasa-Nya. Namun dengan keimanannya terdorong untuk melakukan amalan dan aktifitas yang baik, oleh karena itu dengan menjaga amalan ibadah sebaik mungkin disaat yang sama sedang menjaga seluruh kondisi jiwa raganya agar tetap bugar.

Sholat dengan khusyu’ akan mengkondisikan jiwa dan raga pelakunya dengan baik dan akan menjaga kondisi kesehatan otaknya, seorang yang sedang khusu’ akan terjadi gelombang gama dalam otaknya, gelombang yang sering diasosiasikan dengan perhatian, daya ingat dan kemampuan belajar.  Dengan gemar berjamaah ke masjid seseorang akan terbiasa berjalan pada tempo dan rutinitas yang terjaga. Banyak membaca al-Qur’an dan mentadaburi maknanya sampai usia lanjut, akan mendatangkan pahal melimpah dan di saat yang sama ia akan terus melatih otaknya bekerja dan ini akan membugarkannya.Memilih makanan yang halal dan berkualitas baik juga dianjurkan oleh agama. Dan tentunya tidak lupa untuk terus memohon diberi kebugaran baik fisik maupun rahani kepada dzat yang Maha Hidup dan Menghidupkan; Allah subhanahu wata`ala, mamintanya tambahan kekuatan untuk senantiasa menjaga keistiqamahan dalam melakukan setiap katifitas kebaikan.

Sumber bacaan :suaramedia.com,alkaheel7.com dll.

Kategori:Renungan Ilmu

Tidur Siang Bagi Otak

Desember 2, 2010 Komentar dimatikan

Kalo kita membaca dalam sirah Rasulullah saw kita akan menemukan bahwa salah satu yang beliau lakukan dan beliau menganjurkan umatnya untuk melakukan adalah apa yang disebut dengan ‘qailulah’ atau yang dikenal dengan sebentar tidur siang.

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa dalam diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang agung, ternyata salah satu yang beliau lakukan adalah kebiasaan sedikit tidur siang, ini menjadikan kita bertanya apakah sesungguhnya tidak cukup tidur di malam hari?. Menjawab pertanyaan ini logika iman kita akan berkomentar; “kalo Allah saja yang menciptakan manusia, Yang Maha Mengetahui sesuatu yang baik atau buruk bagi ciptaan-Nya yang bernama manusia menyatakan bahwa Rasulullah adalah tauladan terbaik (uswatun hasanah), dan ternyata beliau Sang Tauladan terbaik itu menganjurkan tidur siang maka dapat dipastikan bahwa tidur siang itu punya dampak positif bagi manusia”.

tidur siangTernyata  dalam studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience, para ilmuwan menemukan bahwa tidur pada malam hari tidaklah cukup untuk manusia, tetapi masih dibutuhkan tidur siang hari dalam tempo waktu yang tidak terlalu lama.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa otak sebetulnya merasa lelah di siang hari akibat akumulasi informasi yang sampai kepadanya, sehingga kinerjanya menjadi kurang efisien dan dengan demikian memerlukan rehat sejenak. Rehat ini bagi otak merupakan penyusunan kembali informasi dan pengorganisasian gelombang-gelombang sel serta memantapkan informasi yang diperoleh di siang hari.

Oleh karena itu para ilmuwan menegaskan pentingnya tidur malam hari atau tidur sebentar siang hari dan bahwa pemberian kesempatan untuk rehat kepada otak ini dapat memperkuat memori. Mereka menemukan bahwa orang yang biasa tidur sebentar di siang hari, kinerja ilmiahnya lebih baik, dan kemampuan daya ingatnya lebih baik dan lebih cepat menhadirkan ingatan terhadap sesuatu. Demikianlah ternyata tidur siang yang dianjurkan Rasulullah saw ada kaitannya dengan kebugaran kerja otak kita.

Para ilmuwan mengatakan : Fenomena tidur adalah sesuatu yang layak direnungkan dan dikaji lebih dalam karena ia merupakan fenomena kompleks. Maha Suci Allah yang telah mengisyaratkan dalam kitab suci-Nya al-Quran tentang pentingnya tidur di malam dan siang dan menegaskan bahwa tidur adalah salah satu tanda kebesaran Allah swt dan fenomena yang harus kita renungkan. Allah berfirman:

“ dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. (QS. Ar-Rum : 23)

Sumber utama : Tulisan DR. Abduddaim al-kaheel

Kategori:Renungan Ilmu
%d blogger menyukai ini: